youtube channel

Channels

Patroli Gentong, Atasi Kebutuhan Air Bersih Akibat Kemarau di Trenggalek

Patroli Gentong, Atasi Kebutuhan Air Bersih Akibat Kemarau di Trenggalek

Patroli Gentong, Atasi Kebutuhan Air Bersih Akibat Kemarau di Trenggalek (Foto: ANTV/Aries Sutikno)

antvklik.com - Kekeringan yang terjadi di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, kini semakin meluas, hingga kini sudah tercatat 22 desa yang mengalami kekeringan.

Sementara itu, untuk mengurangi beban warga Polres Trenggalek terpaksa memodifikasi mobil dinas dan digunakan sebagai mobil pengangkut air. Dalam hitungan 30 menit tandon air berisi 1800 liter air ludes diserbu warga.

Untuk membantu warga yang dilanda kekeringan akibat kemarau panjang, mobil operasional milik Kepolisian Sektor Dongko, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, dimodifikasi menjadi mobil tangki air.

Dari data di daerah Kecamatan Dongko sendiri terdapat tiga desa yang mengalami kekeringan, yaitu Desa Pandean, Desa Cakul, dan Desa Petung. Kali ini pendistribusian air bersih di lakukan di Desa Pandean, distribusi air dilakukan secara bergantian.

Mobil tersebut di modifikasi dengan cara meletakan tandon warna coklat yang berkapasitas tampung 1800 liter diletakkan pada bak terbuka bagian belakang mobil patroli milik Polsek Dongko, Trenggalek, selain itu tujuan ide memodifikasi mobil tersebut, karena banyaknya keluhan dari warga sulitnya mendapatkan air bersih dan menekan konflik sosial antar warga karena berebut air bersih.

“Penyaluran air bersih dari polsek untuk warga dilakukan sejak kurang lebih satu bulan yang lalu, distribusi dilakukan sejak pagi hingga malam hari bila masyarakat masih kekurangan air, sedangkan untuk masyarakat yang tidak bisa dijangkau mobil patrol, Polsek Dongko akan mendistribusikan air dengan cara patroli kendi yaitu meletakan jerigen di atas sepeda motor,” ujar Kapolres Dongko AKBP Didit Bambang Wibowo.

Dalam waktu kurang dari 30 menit 1800 liter air yang di droping ke masyarakat, langsung habis, karena Desa Pandean, Kecamatan Dongko merupakan desa yang mengalami kekeringan yang cukup parah.

Warga mengaku, bila ingin mengambil air bersih untuk kebutuhan sehari-hari untuk setiap harinya mereka harus berjalan sejauh 2 kilometer ke sungai.

“Selain itu kekeringan di desa pandean ini sudah terjadi sejak tiga bulan, warga harus rela antri untuk mendapatkan satu jerigen air bersih,” jelas Sadilah, salah seorang warga.

Bantuan air bersih dari Polisi dirasa sangat membantu masyarakat yang kini mengalami krisis air bersih, warga berharap droping air tidak hanya dari pihak Kepolisian, namun dari Pemerintah Daerah (Pemda), tanpa harus mengajukan surat permohonan karena Trenggalek hampir setiap tahun dilanda kekeringan dan krisis air bersih.

Aries Sutikno | Trenggalek, Jawa Timur


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments