youtube channel

Channels

Pasukan Gabungan Siapkan Pengamanan Jelang Pengumuman Rekapitulasi Suara

Pasukan Gabungan Siapkan Pengamanan Jelang Pengumuman Rekapitulasi Suara

Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Dr Dedi Prasetyo

Sekitar 36 ribu personel gabungan TNI dan Polri diterjunkan untuk mengantisipasi aksi massa jelang pengumuman rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 di KPU Pusat, Jakarta Rabu 22 Mei 2019.

antvklik.com - Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Dr Dedi Prasetyo mengatakan, Titik pengamanan yang menjadi prioritas adalah KPU Pusat, Bawaslu, Istana Negara dan beberapa objek vital nasional.

Rencana pengamanan dibahas Senin siang (20/5) dengan TNI Polri. Di KPU dibagi menjadi 4 ring . Ring 1 di dalam KPU bekerjasama dengan pengamanan internal KPU, ring 2 diluar gedung KPU dan gedung didekatnya. Ring 3 parkir luar KPU, dan ring 4 Jalur jalanan sekitar KPU.

Rekayasa lalu lintas juga akan dilakukan, sehingga mencegah massa mendekati KPU, Bawaslu. Pintu-pintu masuk Jakarta juga akan dilakukan pencegahan agar massa tidak datang dalam jumlah besar ke KPU dan bawaslu.

" Pintu-pintu masuk Jakarta juga akan dilakukan pencegahan agar massa tidak datang ke KPU dan Bawaslu. Rekayasa lalu lintas disiapkan sudah dirapatkan dengan TNI," tegas Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Dr Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Dedi mengatakan, pihak kepolisian dan TNI akan mengamankan pengumuman Pilpres di KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat pada tanggal 22 Mei 2019. Selain itu pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat menghormati keputusan KPU nanti.

"Polisi akan melakukan tindakan razia di pintu masuk, kita menghimbau masyarakat untuk dalam menyampaikan aspirasi di muka publik tidak absolut, ada pasal 6 yang membatasi. Yang pertama adalah setiap warga negara harus menghormati hak warga negara lain, dan menghormati norma yang ada di masyarakat, menghormati UU yang berlaku, menjaga ketertiban umum. Kalo melanggar pasal 15, aparat dapat membubarkan massa tersebut," ujar Dedi

Mayarakat dihimbau cukup memantau melalui media akan pengumuman hasil perolehan Pemilu oleh KPU .

Dedi mengatakan, Jumlah pasukan dari Mabes 33 ribu pasukan, TNI 12 ribu. Masyarakat tidak usah kawatir dalam melakukan aktifitasnya sehari hari. Pasukan ini tidak dibekali senjata api, hanya tameng dan water cannon, itupun hanya antisipasi apabila esklasi meningkat.

|Sandhi March dan John Boscho |Jakarta |


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments