youtube channel

Channels

Menteri Ideal di Mata ASN, Politisi atau Profesional?

Menteri Ideal di Mata ASN, Politisi atau Profesional?

Menteri Ideal di Mata ASN, Politisi atau Profesional? (Foto: Ilustrasi)

Sejak KPU mengesahkan hasil Pemilihan Presiden 2019, pasca keputusan Mahkamah Konstitusi, maka diskusi siapa calon menteri Kabinet Kerja II Joko Widodo dan K.H Maruf Amin semakin memanas, sehingga beragam spekulasi beredar, termasuk bocoran hasil rapat yang kebenarannya selalu mendapatkan bantahan dari pemerintah.

antvklik.com - - Presiden Joko Widodo pada Rabu (14/8/2019) menyebutkan komposisi menteri pada Kabinet Kerja II dari Partai Politik adalah 45%. Informasi dari Presiden ini setidaknya menjadi bahan baru yang mewarnai hangatnya diskusi mengenai calon-calon menteri.

Setidaknya publik menjadi tahu ada 55 % menteri yang berasal dari Profesional, dan bila melihat jumlah menteri saat ini yang mencapai 34 kementerian, maka ada 19 menteri dari Profesional dan 15 menteri dari Partai Politik.

Meski sudah ada bocoran dari Presiden Jokowi, bukan berarti diskusi panas tentang komposisi menteri menjadi berhenti.

Tebak-tebakan buah manggis justru bertambah banyak, dan selebaran berisi komposisi menteri dengan berbagai versi meluncur di media sosial.

Ada satu yang bisa jadi terlupakan yaitu pendapat para Aparatur Sipil Negara (ASN) mengenai komposisi menteri ini. Padahal mereka adalah pihak yang bersentuhan langsung dengan menteri-menteri kabinet.

Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Dr. Bahtiar menyebutkan, selain memiliki keahlian, menteri yang dipilih harus sejalan dengan keteladanan Presiden Jokowi yaitu kesederhanaan sehingga tidak ada lagi mennteri yang terlibat kasus korupsi.

Dr. Bahtiar - Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri RI Dr. Bahtiar - Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri RI (Foto: Kemendagri)

"Jadi pemimpin negeri yg dibutuhkan kedepan baik pemimpin dipusat maupun pemimpin didaerah bukan hanya memgusai iptek sekedar ahli, pintar dan kuasai teknologi. Hal itu menjadi.tidak berguna jika tidak.berintegritas. Wajib teladan hidup.sederhana seperti yg dicontohkan Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla dan Mendagri 5 tahun terakhir ini" kata Bahtiar.

Sementara Kepala Bagian Humas Kementerian Desa, Arief Roesadi, ST, MT, melihat, calon menteri sebaiknya dari professional atau bahkan birokrasi karier, dan salah satu pertimbangan Arief adalah lebih tahu kondisi pemerintahan.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Biro Humas dan Kerjasama Kementerian Desa PDTT, Arief Rosadi saat ditemui usai upacara peringatan HUT RI ke-74 di Kemendes Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Biro Humas dan Kerjasama Kementerian Desa PDTT, Arief Rosadi saat upacara peringatan HUT RI ke-74 di Kemendes (Foto: Kemendes)

"Punya kemampuan management yg baik, mengerti tentang pola keuangan pemerintahan, mengerti tupoksi dari kementeriannya, punya link bagus diluar pemerintahan, fleksibel dan punya jiwa kepimpinan yg baik" kata Arief.

Bahkan sebaiknya parpol konsisten di Legislatif mengawasi pemerintah sesuai dengan fungsinya sehingga pemerintah bisa mencapai visi dan misinya.

Diskusi panas mengenai komposisi Menteri ini pastinya akan semakin memuncak setidaknya hingga Oktober 2019 saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2019 -2024.

Siap-siap saja akan semakin banyak daftar calon menteri yang beredar di media sosial dan pastinya bakal banyak juga yang harap-harap cemas namanya masuk kabinet, apalagi bila sebelumnya dikenal sebagai pendukung setia Jokowi-Ma'ruf Amin saat kampanye.

Penulis: Angghi Mulya Ma'mur


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments