youtube channel

Channels

MENJALANI PROFESI UNIK SEBAGAI PAWANG BUAYA

MENJALANI PROFESI UNIK SEBAGAI PAWANG BUAYA

MENJALANI PROFESI UNIK SEBAGAI PAWANG BUAYA

antvklik.com - - Profesi orang ini sangat unik namun penuh dengan resiko, pekerjaan yang ia lakukan sangat berbahaya yaitu sebagai Pawang Buaya. Banyak orang hidup dengan berbagai profesi yang menantang bahkan hampir mengancam nyawa mereka sendiri. Menjalani profesi unik sebagai pawang buaya di tekuni Arsyad pertama kali pada tahun 60an.

Atraksi buaya sering dilangsungkan di Taman Buaya Indonesia Jaya, Bekasi. Buaya merupakan salah satu hewan paling tua dan sudah ada sejak zaman dinosaurus. Tidak sedikit orang yang takut dengan reptil yang satu ini karena bentuknya yang menyeramkan dan tubuhnya yang besar serta memiliki gigi yang tajam.

“Pertama kali ngurus buaya itu sekitar tahun 60an, ada 35 ekor disimpan di samping rumah, panjangnya seukuran anak tokek lah. Saya jangankan miara buaya, dengernya aja udah bergidik, buaya itu kan katanya kanibal juga.” ujar Arsyad pawang buaya.

Di penangkaran buaya yang berlokasi di Tanjung Pasir, Tangerang ini terdapat sekitar 500 ekor buaya dan diberi makan seminggu 3 kali dalam setiap kali pemberian makan, buaya ini menghabiskan sekitar 300kg ayam.

Profesi seperti ini memang sangat beresiko, namun kalau sudah cinta dengan yang dikerjakannya semua pasti akan terasa menyenangkan.

“Di gigit tidak cuman sekali dua kali, jahitan juga tidak satu dua, ada yang 38-40 jahitan ini aja tangan kiri kanan udah ga bisa megang belum lagi ini bagian paha saya belah. Tapi bukan berarti gamau dekat-dekat atau piara buaya lagi, ga akan gentar saya.”ujar Arsyad pawang buaya.

Semua buaya yang ada disini termasuk dalam golongan buaya muara. Di dunia mereka juga dikenal sebagai salt water crocodile atau man eater crocodile atau pemakan manusia.

Seringkali profesi sebagai pawang buaya ini membuat keluarga Arsyad resah, “Ya emang udah hobi dia, walaupun dilarang juga udah hobi susah. Saya bilang hati-hati aja, jangan grubak grubuk itu kan buaya buas” ujar Asmuni istri Arsyad.

“Bapak suka bilang, klo ga ada saya siapa yang ngurusin buaya? itulah ucapan yang membuat saya terenyuh” sambung Kusnaedi anak Arsyad.

Meskipun buaya-buaya tampak tenang dan diam, mereka sebenarnya adalah predator yang agresif dan berbahaya.

Demikian laporan Yustinus Bagus dari Tanggerang


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments