youtube channel

Channels

Keracunan Massal Makanan Tahlilan di Sukabumi, Dinkes dan Polisi Periksa Dapur

Keracunan Massal Makanan Tahlilan di Sukabumi, Dinkes dan Polisi Periksa Dapur

Petugas Dinkes Sukabumi dan Polisi sedang memeriksa dapur. (ANTV/ Rizky Gustana).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukabumi dan polisi menyelidiki penyebab keracunan massal di Kecamatan Bantargadung Sukabumi, Jawa Barat. Warga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan tahlilan.

antvklik.com - Petugas Dinkes dan Polres Sukabumi terus berusaha mengungkap penyebab kasus keracunan massal di Kampung Pangkalan Desa, Bantargadung. Warga keracunan setelah mengonsumsi makanan tahlilan 100 hari , Kamis kemarin.

Petugas dinkes mendatangi sebuah dapur tempat memasak makanan, Jumat (13/9/2019). Mereka memeriksa sanitasi dasar di dapur tersebut.

Keracunan Massal Makanan Tahlilan di Sukabumi, Dinkes dan Polisi Periksa Dapur Dapur tempat mengolah makanan tahlilan. (ANTV/ Rizky Gustana).

Untuk menentukan jenis makanan yang terpapar, petugas telah mengambil sampel makanan. Petugas juga meminta keterangan tukang masak yang mengolah makanan acara tahlilan.

“Hasil identifikasi di lapangan ditemukan beberapa hal yang perlu segera untuk penyediaan sarana air bersih dan juga penyediaan air minum yang sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Karena kalau dilihat kualitas air yang didapat, airnya tidak memenuhi syarat kesehatan. Air berbau, berwarna dan air itu juga bisa berasa,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Harun Al Rasyid.

Keracunan Massal Makanan Tahlilan di Sukabumi, Dinkes dan Polisi Periksa Dapur Petugas Inafis Polres Sukabumi menunjukkan sumber air penyebab keracunan massal. (ANTV/ Rizky Gustana).

Harun menambahkan, air yang didapat dari sumber tak layak tersebut, digunakan untuk membersihkan peralatan dapur, minum dan pengolahan makanan.

Sebelumnya, warga Kampung Pangkalan Desa Bojonggaling Kecamatan Bantargadung, Sukabumi, Jawa Barat, mengalami keracunan massal saat menyantap makanan di acara tahlilan 100 hari seorang warga setempat.

Jumlah korban keracunan massal hingga Jumat (13/9/2019) terus bertambah menjadi 174 orang dan dua orang di antara mereka meninggal dunia.

Rizki Gustana | Sukabumi, Jawa Barat


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments