youtube channel

Channels

Kementerian Kesehatan Khawatirkan Jemaah Haji Terkena Heatstroke

Kementerian Kesehatan Khawatirkan Jemaah Haji Terkena Heatstroke

Kementerian Kesehatan Siapkan Alat Pelindung Diri dan 7 Ton Obat-obatan untuk Jamaah Haji 2018

antvklik.com - Kesehatan menjadi salah satu faktor utama dalam pelaksanaan haji. Untuk mencegah terjadi masalah kesehatan yang tidak diinginkan saat pelaksanaannya, Kementerian Kesehatan menyatakan telah menyediakan obat sebanyak 70 ton.

'' Kementerian Kesehatan bawa 70 ton semua obat-obatan yang dibutuhkan oleh jemaah haji. Semua penyakit-penyakit kita bawa obatnya, kita punya,'' kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Eka Jusuf Singka, Jumat (6/7), di Jakarta.

Menurut Eka Jusuf Singka, dari 70 ton obat itu, yang paling banyak adalah obat-obat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), obat batuk, flu, jantung, hipertensi, termasuk obat-obat untuk pengganti cairan karena suhu di sana panas.

Sementara itu, penyakit yang paling dikhawatirkan pada pelaksanaan haji tahun ini adalah heatstroke. Eka Jusuf Singka mengatakan penyakit tersebut kemungkinan terjadi karena suhu yang tinggi. “Cuaca panas tahun lalu 53 derajat Celsius. Tahun ini kemungkinan sama.''

Selain itu, penyakit yang paling banyak pada pelaksanaan haji tahun lalu adalah batuk-batuk, ISPA, flu dengan pasien rawat jalan. Ada pula pasien rawat inap dengan kebanyakan penyakit gangguan pernapasan seperti pneumonia. Sementara untuk penyakit penyebab kematian adalah jantung dan ISPA.

Tim Kementerian Kesehatan, menurut Eka Jusuf Singka, akan mewaspadai penyakit-penyakit tersebut selama pelaksanaan haji di sana. Selain 70 ton obat yang disediakan, Kementerian Kesehatan juga menyiagakan dokter umum, dokter spesialis, dan tim kesehatan. ''Kami menyiapkan dokter jantung 5 orang, dokter jiwa 6 orang, dokter paru 6 orang, dokter spesialis penerbangan 1 orang, dokter bedah 2 orang, anestesi 2 orang, dan dokter umum banyak, ditambah tim promotif, preventif, dan tim gerak cepat.''

Namun, Eka Jusuf Singka menegaskan, Kementerian Kesehatan hanya bisa melakukan upaya-upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Ketika pelaksanaan diharapkan di sana tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Terlebih saat ini jemaah haji kebanyakan manula berusia 50 tahun ke atas lebih dari 70 persen. Mereka diharapkan dapat mengenali sendiri kondisinya.

''Jadi jangan melakukan kegiatan yang tidak penting, fokus saja ibadah.''

Selain itu, menjelang musim haji tahun ini, Kementerian Kesehatan juga menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan beberapa hal baru lainnya dalam penyelenggaraan ibadah haji 2018. Di antara hal baru itu adalah mulai tahun ini jemaah haji Indonesia hanya akan diberikan gelang risiko tinggi berwarna oranye.

Pada tahun lalu untuk memudahkan petugas kesehatan, Kementerian Kesehatan membuat gelang penanda jemaah risiko tinggi berupa gelang berwarna merah, kuning, dan hijau.

"Yang baru, pertama, sekarang gelang risiko tinggi itu satu warna berwarna oranye. Kedua, seluruh jemaah haji reguler akan menggunakan kartu kesehatan haji, bukan buku kesehatan haji lagi. Itu yang baru," ujar Eka Jusuf Singka. Baca juga

Selain itu, Eka Jusuf Singka menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan juga akan menyiapkan ratusan ribu kacamata, payung, masker, dan penyemprot air untuk jemaah haji Indonesia. Penyiapan alat pelindung diri (APD) tersebut, menurut Eka, dalam rangka mengurangi risiko kesehatan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. "Itu dalam rangka untuk melindungi jemaah haji dari kehujanan, panas, penyakit menular dan sebagainya."

Laporan Helene Sienca dan Rahmat Aminuddin dari Jakarta.


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments