youtube channel

Channels

Meski Ada Saling Jambak, Gerbong Kereta Khusus Wanita Tetap Ada

Meski Ada Saling Jambak, Gerbong Kereta Khusus Wanita Tetap Ada

Meski Ada Saling Jambak, Gerbong Kereta Khusus Wanita Tetap Ada

antvklik.com - www.antvklik.com- PT Kereta Api Commuterline Jabodetabek memfungsikan setiap gerbong kereta khusus wanita pertama dan terakhir pada rangkaian KRL. Kebijakan menyediakan gerbong kereta khusus wanita ini untuk memberikan kenyamanan penumpang wanita, meski beberapa waktu lalu terjadi keributan yang terjadi di gerbong kereta khusus wanita. Video aksi saling jambak di gerbong kereta khusus wanita viral di media sosial. Perkelahian di gerbong khusus wanita itu merupakan buntut dari perebutan tempat duduk.

Vice President Manager Komunikasi PT Commuterline Jabodetabek (JCJ) Eva Chairunnisa mengatakan kejadian tersebut terjadi April lalu di Stasiun Bekasi. Keributan itu terjadi karena sikap tidak ingin mengalah, merasa mempunyai hak yang sama , karena sama-sama wanita di gerbong tersebut. “ Jadi memang keributan ini disebabkan karena kesalahpahaman antara kedua penumpang tersebut, yang mungkin terkait tempat duduk atau lainnya, sehingga menimbulkan keributan,”kata Eva.

Meski disediakan untuk para wanita dan untuk menghormati kaum wanita agar lebih nyaman dalam perjalanan menuju tempat pekerjaannya, tak semua wanita nyaman menaiki gerbong kereta khusus wanita ini. Sebagian pelaju yang biasa menggunakan kereta ke tempat kerjanya mengaku lebih nyaman naik gerbong umum alias gerbong campuran. Menurutnya para wanita yang menaiki gerbong kereta khusus wanita ini relatif lebih intoleran terhadap wanita lain yang membutuhkan tempat duduk. “Saya lebih suka naik gerbong biasa ketimbang gerbong kereta khusus wanita . Lelaki bahkan lebih mudah memberikan kursinya ketimbang para wanita,”kata Yani, seorang karyawati swasta.”Mereka lebih egois, Maunya dekat kipas,”kata penumpang lainnya.

Lantas bagaimana menyikapi ini? “Kenapa bisa terjadi kemarin keributan seperti itu? Nah disinilah kita butuh kerjasama dari pengguna jasa. Artinya kenyamanan pada saat bertransportasi publik , ini tidak bisa hanya melalui sistem atau aturan yang dibuat operator, tapi juga harus ada kesadaran dari pengguna jasa untuk mengikuti ketentuan-ketentuan dan juga tentunya bertenggang rasa,”kata Eva. Eva juga menghimbau agar setiap pengguna jasa bisa mengikuti aturan yang telah dibuat. Selain itu yang lebih penting juga kesadaran individu untuk saling menjaga dan menghargai sesama pengguna jasa.

Demikian laporan Inge Dewi dan Diana Kharisma dari Jakarta


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments