youtube channel

Channels

Tewasnya Taruna Akpol, Calon Tersangka Kemungkinan Lebih Dari Seorang

Tewasnya Taruna Akpol, Calon Tersangka Kemungkinan Lebih Dari Seorang

Tewasnya Taruna Akpol, Calon Tersangka Kemungkinan Lebih Dari Seorang

antvklik.com - - Penyidik Direskrimum Polda Jawa Tengah, Jumat siang melakukan gelar perkara untuk mengungkap kasus pemukulan yang menyebabkan tewasnya taruna Akpol Brigadir Dua Taruna Mohammad Adam. Polisi segera menetapkan para tersangka dan penyebab aksi kekerasan yang mengakibatkan tewasnya taruna Akpol tersebut. “ Dari gelar perkara yang masih berjalan itu kemungkinan tersangka lebih dari seorang,”kata Kapolda Jawa Tengan Condri Kirono.

Penyidikan terhadap kasus tewasnya taruna Akpol, Brigadir Dua Taruna Mohammad Adam, kini difokuskan pemeriksaan terhadap para saksi yang melihat dan berada di lokasi kejadian.

Setelah dilakukan pemeriksaan sebanyak tiga puluh lima taruna, siang ini, penyidik melakukan gelar perkara. Diperkirakan gelar perkara akan selesai Jumat sore .

Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Condro Kirono menyatakan, dari hasil gelar perkara tersebut diketahui korban tewas karena adanya penganiayaan atau pemukulan di bagian dada," Penganiayaan Sehingga ini menyebabkan luka di bagian paru parunya dan korban mengalami gagal napas dari hasil gelar akan diketahui siapa saja pelaku penganiayaan dan kemungkinan tersangka lebih dari seorang,"kata Irjen Pol Condro Kirono.

Untuk kepentingan penyidikan para tersangka yang sebelumnya menjalani pemeriksaan di akpolselanjutnya akan dibawa ke Mapolda Jawa Tengah.

Tindak tegas

Sebelumnya Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane mengatakan kasus kematian Mohammad Adam bagai teori gunung es bahwa kekerasan masih cukup kental bercokol di sistem pendidikan kepolisian. “Selama ini IPW kerap mendapat laporan tentang adanya taruna yang melarikan diri atau kasus dugaan pelecehan seks. Namun setiap kali dipersoalkan IPW pejabat berwenang selalu membantahnya,”katanya.

Sementara korban dan keluarga korban selalu tutup mulut karena khawatir dikeluarkan dari Akpol, jika buka mulut. Bahkan ada taruna yang sudah tidak kuat untuk menjalani pendidikan di Akpol, keluarganya tetap memaksa bertahan. Memang jumlah kasus kasus seperti itu tidak signifikan jumlahnya tapi tetap mengganggu profesionalisme pendidikan di Akpol.

Dengan adanya kasus tewasnya taruna Akpol Mohammad Adam sudah saatnya Polri dan Akpol membuka diri dan membuka secara transparan apa sesungguhnya yang terjadi di lingkungan Akpol. “Para mantan Gubernur Akpol juga harus mau bicara jujur ke internal Polri tentang apa yang pernah terjadi di lingkungan Akpol, terutama yang menyangkut sikap prilaku para taruna, terutama lagi yang menyangkut anak anak jenderal, sehingga bisa dilakukan pembenahan dan kasus kekerasan, seperti yang menyebabkan tewasnya Mohammad Adam tidak terulang lagi,”katanya.

Dari Semarang Jawa Tengah Syamsul Arifin melaporkan


icon featured

Related Article

icon featured

Popular

icon featured

Comments