youtube channel

Channels

FEI World Jumping Challenge di Rancho San Fransisco Quito, Ekuador

FEI World Jumping Challenge di Rancho San Fransisco Quito, Ekuador

FEI World Jumping Challenge di Rancho San Fransisco Quito, Ekuador (Foto: KBRI Quito)

antvklik.com - Kejuaraan olahraga berkuda Internasional FEI World Jumping Challenge di Rancho San Fransisco Quito, Ekuador, diikuti 21 atlit dari 16 Negara.

FEI World Jumping Challenge Final adalah kompetisi di mana 2 atlit terbaik di setiap zona terpilih untuk mengikuti kompetisi tersebut dan Indonesia masuk zona 9 bersama Malaysia, singapore, thailand, dan india.

Marcho Alexandro mewakili Indonesia di FEI World Jumping Challenge di Rancho San Fransisco Quito, Ekuador Para jawara yang sempat foto bersama dengan Duta Besar Quito (Foto: KBRI Quito)

Marcho Alexandro setelah menjadi yang terbaik di zona 9, harus gagal karena masalah teknis Marcho Alexandro setelah menjadi yang terbaik di zona 9, harus gagal karena masalah teknis (Foto: KBRI Quito)

Indonesia berhasil mengirimkan satu atlit nya yaitu Marcho Alexandro setelah menjadi yang terbaik di zona 9 dan FEI World Jumping Challengekali ini dikompetisikan dalam 3 putaran di mana Indonesia diwakili salah satunya oleh Marco Alexandro berasal dari Manado, Minahasa dan tempat latihannya di Aragon Stable Bandung, jawa Barat.

Namun nasib kurang beruntung bagi Marco Alexandro saat memasuki putaran berikut dan gagal menjadi juara karena beberapa masalah tehnis.

Meski demikian, penampilan Marco Alexandro sudah cukup memuaskan dan membanggakan bagi wargaa Negara Indonesia yang ikut menyaksikan pertandingan, salah satunya Duta Besar di Quito, Ekuador, Diennaryati Tjokrosuprihatono.

Dubes Diennaryati Tjokrosuprihatono bersama juara FEI World Jumping Challenge Berikutnya (Foto: KBRI Quito) Dubes Diennaryati Tjokrosuprihatono bersama juara FEI World Jumping Challenge (Foto: KBRI Quito)

Bahkan Duta Besar Diennaryati Tjokrosuprihatono diberikan penghormatan untuk menyerahkan hadiah untuk juara 2 dan juara 5 Dunia.

“suatu permintaan yang tidak disangka sangka dan terus terang membanggakan.”, ujar Dubes Diennaryati Tjokrosuprihatono.

Lebih lanjut Dubes Diennaryati Tjokrosuprihatono berharap agar Indonesia akan bisa menjuarai turnamen internasional seperti ini karena atlit Indonesia memiliki kemampuan yang baik apalagi kalau memiliki banyak pengalaman pertandingan internasional dan serius dalam mengembangkan diri.

Di saat yang bersamaan, atau tepatnya tgl 14-15 September KBRI Quito menyelenggarakan Festival Indonesia, atau semacam Bazaar Rakyat di Carolina Park Quito.

Bazaar Rakyat di Carolina Park Quito

Bazaar Rakyat di Carolina Park Quito Bazaar Rakyat di Carolina Park Quito (Foto: KBRI Quito)

Masyarakat Quito tumpah ruah selama Bazaar dibuka, dan juga dihadir oleh beberapa Duta Besar dan Diplomat negara lain seperti Itali dan Korea.

Bazaar Rakyat di Carolina Park Quito (Foto: KBRI Quito) Bazaar Rakyat di Carolina Park Quito (Foto: KBRI Quito)

Dalam kegiatan tersebut berisi workshop Batik dan Makanan Indonesia dan menjadi primadona, karena meski disediakan tempat untuk 100 orang, namun peminatnya luar biasa dan tidak tertampung.

Suasana kemeriahan pengunjung Suasana kemeriahan pengunjung (Foto: KBRI Quito)

Pengunjung berlimpah tak ertampung Pengunjung berlimpah tak tertampung (Foto: KBRI Quito)

Bazaar Rakyat di Carolina Park Quito Bazaar Rakyat di Carolina Park Quito I(Foto: KBRI Quito)

Ada juga Stand fashion dan cinderamata, foto booth serta aneka tarian Indonesia yang lincah oleh Sanggar Febrin House of Betawi yang membawakan aneka tarian nusantara seperti Kinang Selaras, lenso, sinanggar tulo, zapin dan kelas tari KBRI yang membawakan tari Margapati, Ondel-ondel dan lain-lain.

Salah satu sudut pameran batik Salah satu sudut pameran batik (Foto: KBRI Quito)

Tarian yang menjadi bagian penting gelaran bazar (Foto KBRI Quito) Tarian yang menjadi bagian penting gelaran bazar (Foto KBRI Quito)

Tak lupa ada juga undian dengan aneka hadiah menarik dari cinderamata Indonesia sampai makan di hotel berbintang dan Bazaar diakhiri dengan menari poco-poco dan Gemufamire bersama.

Penjualan Cendera mata yang juga menjadi daya tarik pengunjung Penjualan Cendera mata yang juga menjadi daya tarik pengunjung (Foto: KBRI Quito)

Dubes Diennaryati Tjokrosuprihatono bersama pendukung acara Dubes Diennaryati Tjokrosuprihatono bersama pendukung acara (Foto: KBRI Quito)

Meriah sekal…


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments