youtube channel

Channels

Donald Trump Ingin Beli Pulau Terbesar di Dunia. Tujuannya?

Donald Trump Ingin Beli Pulau Terbesar di Dunia. Tujuannya?

Pulau Greenland yang diincar Donald Trump (Foto: Reuters)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump ingin beli Pulau Greenland dari tangan Denmark. Greenland merupakan pulau terbesar di dunia. Lalu apa tujuan Trump?

antvklik.com - - Isu Presiden Amerika Serikat Donald Trump ingin membeli Pulau Greenland terungkap lewat laporan The Wall Street Journal, Kamis (15/8/2019).

Menurut sumber media tersebut, Trump mengangkat isu pembelian Greenland dalam serangkaian pertemuan dan makan malam. Ia menanyakan kepada para pembantunya dan mendengar serius tentang kemungkinan dan keuntungan memiliki Greenland.

Bahkan Trump juga meminta pandangan Penasehat Gedung Putih tentang niatnya tersebut. Menurut seorang sumber, dalam sebuah makan malam Trump menanyakan soal pembelian Greenland karena dikabarkan Denmark tengah kesulitan keuangan untuk mendukung teritori itu.

Menurut dua sumber The Journal, para pembantu Trump masih berbeda sikap mengenai rencana pembelian Pulau Greenland. Satu pihak berpandangan ini merupakan strategi ekonomi yang solid, sementara yang lainnya berpendapat hanyalah sebagai lelucon belaka.

Greenland merupakan wilayah otonomi Denmark. Di sana juga terdapat pangkalan udara Amerika Serikat yang sudah dibangun sejak 1951. Pangkalan Udara Thule berjarak sekira 1.207 km dari Lingkaran Artik.

Pangkalan itu sudah dilengkapi radar dan sistem peringatan dini rudal balistik antar benua. Rudalnya juga dapat menjangkau ribuan kilometer ke dalam wilayah Rusia.

Trump bukanlah Presiden Amerika pertama yang ingin beli Greenland. Pada 1946 Presiden Harry Truman juga ingin membeli pulau tersebut. Bahkan jauh sebelum itu, tepatnya pada 1867 silam, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat William Seward juga menyatakan minat membeli Greenland.

Harta Karun di Greenland

Denmark telah menguasai Greenland sejak abad ke-18. Tercatat ada 57.000 penduduk yang berdiam di pulau seluas 2 juta kilometer persegi ini. Seperti dilansir Guardian, ternyata Greenland menyimpan harta karun berupa logam tanah jarang di bawah lapisan esnya.

Diperkirakan kandungan tanah jarang di Greeenland dapat memenuhi seperempat kebutuhan dunia di masa depan. Tanah jarang merupakan sebutan bagi 17 elemen logam tertentu, seperti lantanum, serium dan neodiminium.

Tanah jarang dikenal sangat sulit dan mahal untuk ditambang dan diproses. China adalah produsen utama tanah jarang dunia dengan Amerika Serikat sebagai importir utamanya. Tanah jarang digunakan untuk berbagai produk teknologi canggih, mulai dari ponsel hingga rudal.

Saat perang dagang terus bergolak dengan Amerika, China mulai bersiap menggunakan tanah jarang sebagai senjata andalannya. Tak heran, harganya pun terus melonjak belakangan ini.

Bisa jadi, niat Trump untuk membeli Greenland, salah satunya karena ingin mengamankan stok tanah jarang untuk kebutuhan industri negaranya.

Denmark Menolak

Namun rencana Trump membeli Greenland sepertinya kandas. Menteri Luar Negeri Greenland, Ane Lone Bagger mengatakan, wilayahnya terbuka untuk bisnis, tapi Pulau Greenland tidak untuk dijual.

Para politisi Denmark, termasuk mantan Perdana Menteri Lars Lokke Rasmusen juga menyebut rencana Trump sebagai lelucon belaka.

Soren Espersen dari Partai Rakyat Denmark mengatakan, jika Trump benar-benar merenungkan ini, maka jadi bukti bahwa Presiden Amerika itu sudah gila

"Pemikiran kalau Denmark menjual 50.000 warganya ke Amerika Serikat adalah benar-benar konyol," kata Espersen.

Dijadwalkan Donald Trump mengadakan kunjungan kenegaraan ke Kopenhagen Denmark pada September mendatang. Agenda tentang Artik dan Greenland diperkirakan akan menjadi pembahasan Trump dengan Perdana Menteri Denmark.

Sumber: CNN, Reuters, Guardian


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments