youtube channel

Channels

Djarum Bukan Malaikat, Baru Gitu Aja Kok Ngambek

Djarum Bukan Malaikat, Baru Gitu Aja Kok Ngambek

Djarum Bukan Malaikat, Baru Gitu Aja Kok Ngambek

Djarum bukan malaikat, harusnya semua sepakat. Apakah tanpa Djarum pembibitan dan pembinaan bulu tangkis akan redup? Harusnya semua juga sepakat. Juga bukan pecundang, karenanya jangan dibela habis-habisan. Di sini banyak yang tidak sepakat.

antvklik.com - - Djarum bukan malaikat. Ia juga bukan pecundang, yang seolah-olah ada di pihak terzalimi dengan keputusan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang melarang ekploitasi anak dalam audisi Djarum beasiswa bulu tangkis.

Namun nyatanya yang membela Djarum luar biasa. Banyak yang menyayangkan ketika Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin menghentikan Djarum Beasiswa Bulutangkis tahun depan.

Netizen menyalak di semua akun medsos miliknya. Semua bersatu dalam koor membela Djarum. Mengapa Djarum dibela? Argumentasi yang dimunculkan adalah prestasi-prestasi Djarum mengharumkan nama Indonesia melalui atlet-atlet bulu tangkis binaannya.

Ada juga serangan netizen yang menohok. Apakah Pemerintah mau ambil-alih peran Djarum dalam pembibitan atlet bulu tangkis? Sanggupkah mengeluarkan dana Rp15 miliar untuk keperluan beasiswa seperti yang dikeluarkan Djarum?

Komentar-komentar yang nyinyir soal KPAI berkait eksploitasi anak dalam audisi beasiswa bulu tangkis yang diselenggarakan Djarum juga banyak. Yang menghujat gak keitung.

Apa yang dilakukan KPAI adalah menegakkan aturan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan. Dalam pasal 35 ayat (1) huruf c peraturan tersebut berbunyi, pengendalian promosi produk tembakau dilakukan dengan tidak menggunakan logo dan/atau merek produk tembakau pada suatu kegiatan lembaga dan/atau perorangan.

Pasal 37 berbunyi, sponsor industri rokok hanya dapat dilakukan dengan tidak menggunakan nama merek dagang dan logo produk tembakau termasuk citra merek produk tembakau.

Lanjutannya, pasal 47, setiap penyelenggara kegiatan yang disponsori produk tembakau dan/atau bertujuan untuk mempromosikan produk tembakau dilarang mengikutsertakan anak di bawah usia 18 tahun.

Aturan-aturan inilah yang dilanggar Djarum beasiswa bulu tangkis. Para nyinyires adapula yang menyertakan prestasi atlet-atlet Djarum untuk mematahkan fatwa KPAI mengenai rokok dalam kegiatan olahraga.

Pelanggaran aturan dengan prestasi adalah dua hal yang berbeda. Banyak yang dikaburkan oleh Djarum seakan-akan mereka dewa bulu tangkis. Informasi yang terus menerus memang akan mengubah pandangan seseorang dalam bentuk alam bawah sadar. Sehingga tidak disadari mereka sudah terbius dengan kebaikan Djarum dalam prestasi bulu tangkis, dan menepikan masalah pelanggaran peraturan.

Berkaitan dengan ini, Pihak Djarum Foundation pun lentur, mengganti event tanpa embel-embel Djarum. Anak-anak tidak diwajibkan menggunakan jersey Djarum. Kendati masih mencari celah, nah ini pinternya Djarum, mereka tidak bisa menjamin jika anak-anak atau orang tua tetap membeli kaos yang mereka jual. Tentu saja, KPAI jeli melihat ini sebagai celah bagi peserta untuk tetap menggunakan kaos berlogo dan berwarna yang identik dengan Djarum di arena pertandingan menjaring siswa dalam audisi beasiswa bulu tangkis. Dan tetap menolak ketika diminta tidak ada brand Djarum dalam bentuk apapun dalam event itu.

Permintaan lain dari KPAI adalah hakim garis dan wasit dan kelengkapan pertandingan juga dilarang menggunakan logo, warna, tulisan yang mengasosiakan dengan Djarum sebagai brand. Permintaan ini tidak mampu disanggupi Djarum.

Setelah kalah berpolemik. Djarum mutung. Ini yang terakhir. Kendati dikatakan Yoppy Rosimin keputusan penghentian audisi beasiswa Djarum bulu tangkis bukan disandarkan emosi. “Ini bukan keputusan emosional, ini sangat rasional,” kata Yoppy.

Statemen ini membuat semua pihak tersentak. Lantas beramai-ramai berempati, mendukung, dan menistakan KPAI. Akun medsos KPAI pun digembok. Karena tak tahan dengan serangan nyinyir netizen yang gak paham sebab-sebab duduk persoalannya.

Hanya orang yang tenang yang tak hanyut terseret arus emosinya. Kalau memang benar-benar tidak emosi, seharusnya tidak perlu mengungkapkan akan berakhir. Kalau memang benar Djarum Bakti Olahraga mengapa baktinya pupus hanya karena kaos, umbul-umbul, spanduk, dan material promosi dilarang penggunaannya di ajang audisi beasiswa bulu tangkis.

Kalau disebutkan alasan penghentian audisi beasiswa bulu tangkis adalah keputusan rasional. Kita aminin sajalah. Dalam rasio dan logika pengiklan, ketika mereka mensponsori kegiatan lalu brand mereka tidak muncul, buat apa? Rasional sekali pandangan Yoppy.

Sehingga kita pun harus rasional pula melihat, bahwa Djarum bukan malaikat. Tidak ada yang gratis dari kegiatan produsen rokok ini di kancah bulu tangkis nasional.

Semua yang ada di balik kata bakti nyatanya tak terbukti. Kalau memang tetap bakti, harusnya audisi tetap jalan walau Djarumnya sudah dilucuti dari kaos, spanduk, papan promosi di sisi lapangan.

Orang emosi biasanya akan membela diri. Ini simak pembelaan Yoppy. “Semangat kami adalah semangat menjaring calon bintang bulu tangkis. Semangat yang ada dalam setiap audisi adalah sportivitas, jangan dibawa-bawa ke ranah yang tidak ada kaitannya dengan sportivitas,” katanya.

Kata sportivitas menjadi senjata bagi Yoppy untuk menyerang balik para penghujatnya. Tapi dia lupa, sportivitas itu pulalah yang menusuk kegiatannya. Kegiatan audisi beasiswa bulu tangkis sejak awal sudah tidak sportif menerapkan peraturan tentang larangan Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

Tidak selamanya Djarum tidak sportif. Lalu, kapan Djarum sportif?

Dunia bulu tangkis juga yang menunjukkan Djarum sangat sportif. Sportif menggunakan aturan-aturan anti tembakau. Bertahun-tahun Djarum menyenggarakan Djarum Indonesia Open, gelaran besar pertandingan bulu tangkis dunia. Bahkan pernah hadiah uang yang disedikan Djarum melebihi hadiah uang turnamen tertua All England. Ketika kena semprit dari BWF -Badminton World Federation - untuk tidak menggunakan sponsor rokok dalam turnamen Indonesia Open, Djarum pun manut.

Sekarang kita bisa lihat mereka menggunakan Blibli menjadi sponsor Indonesia Open. Sebelumnya Indonesia Open menggunakan sponsor BCA mulai tahun 2014. Menggantikan Djarum sebagai sposor.

Apa kaitannya Djarum, BCA, dan Blibli. Semuanya sama, dimiliki oleh Robert Budi Hartono, orang terkaya nomor satu di Indonesia, 146 di dunia, versi Forbes yang dikeluarkan pada 2012. Jadi ketika Djarum tidak dapat menjadi sponsor karena benturan dengan peraturan, BCA yang jadi sponsor. Setelah itu, Blibli salah satu untuk usaha Milik Budi Hartono menggantikan BCA menjadi sponsor Indonesia Open.

Djarum sportif dengan peraturan luar negeri. Kok bisa saat itu -tahun 2013-- tidak mutung? Tidak menggelar konferensi pers, ini Indonesia Open terakhir.

Hidup tentu dipenuhi aturan-aturan yang harus dipatuhi. Kalau caranya salah untuk menghasilkan kebenaran, kebenaran yang dihasilkan akan ternoda.

Hari ini kita saksikan bahwa Djarum menodai sendiri perjuangannya yang sudah dirintis sejak dulu kala.

Sekali lagi, Djarum bukan malaikat. Djarum … rokok.

*Nurhilal

Penulis adalah wartawan ANTV. Tulisan merupakan opini penulis dan tidak mewakili pendapat dan sikap redaksi ANTV.


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments