youtube channel

Channels

Demam Lalu Muhammad Zohri dan Meredupnya Talenta Muda

Demam Lalu Muhammad Zohri dan Meredupnya Talenta Muda

Demam Lalu Muhammad Zohri dan Fenomena Meredupnya Talenta Muda

antvklik.com - Lalu Muhammad Zohri juga semoga dapat belajar dari kegagalan atlet penuh talenta sebelumnya dengan tetap rendah hati, berlatih keras dan tak terbuai dengan limpahan materi yang hingga kini membanjirinya pasca pulang dari Finlandia.

Opini: Machsus Thamrin

Keberhasilan Lalu Muhammad Zohri menjuarai nomor bergengsi lari 100 dalam Kejuaraan Dunia Atletik Junior U-20 Tahun 2018 di Tempere, Finlandia. mengundang apresiasi yang bertubi-tubi. Setelah diterima Presiden Jokowi di Istana Bogor, Lalu Zohri menerima sebuah rumah di sebuah real estate di kampung halamannya NTB.

Hari ini Kamis (19/7/2018) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memberikan apresiasi dan penghargaan kepada atlet sprinter Lalu Mohammad Zohri.

Apresiasi dan penghargaan diberikan langsung oleh Mendagri kepada Lalu Zohri di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jl Asia Afrika Gelora, Jakarta Selatan. "Teman-teman Kemendagri merasa senang, ikut bangga, atas prestasi atlet Indonesia yang mampu menjuarai kejuaraan dunia. Itu intinya," terang Tjahjo didampingi Sekjen Hadi Prabowo dan segenap pejabat di lingkungan Kemendagri.

Mendagri selanjutnya secara simbolis memberikan kado berupa rumah kepada Lalu Mohammad Zohri. Hadiah yang diberikan oleh Mendagri ini diketahui berupa rumah di Taman Bangsa Residence, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Mengutip laman btnproperti.co.id, perumahan Taman Bangsa Residence berada di darah Bangsal Baru, Pemenang Barat, Pemenang, Kab. Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Komplek perumahan ini dikerjakan oleh developer PT Taman Loka.

Dari laman btnproperti.co.id juga didapatkan sedikit informasi mengenai harga rumah di Taman Bangsa Residence. Harga rumah terendah di Taman Bangsa Residence sebesar Rp 425.000.000. Sementara harga tertinggi di informasikan sebesar Rp 750.000.000. untuk tipe rumah 85, dengan 3 kamar tidur dan 2 kamar mandi, harganya Rp 650.000.000. Sementara untuk rumah tipe 50 dengan 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi, harga yang ditawarkan Rp 425.000.000.

Tentu rumah sekelas itu sebelumnya hanya menjadi impian bagi Lalu dan keluarganya. Maklum sebelumnya pemuda berusia 18 tahun ini hanya menempati sebuah rumah peninggalan almarhum orangtuanya. Beratap genteng yang bocor disana-sini, berlantai tanah dan berdinding anyaman bambu yang ditempeli koran bekas untuk menahan dingin dari sela-sela bilik bambu.

Penghargaan bagi Lalu bukan cuma itu. Sebelumnya PT Pegadaian memberikan apresiasi sebanyak 1 kilogram emas murni. Dengan harga emas murni Antam hari ini Kamis (19/7/2018) sebesar Rp 659 ribu, artinya Lalu menerima hadiah senilai Rp 659 jutaan.

Tak hanya itu, pengacara Hotman Paris berjanji memberikan uang Rp 100 juta bagi Lalu Zohri. Sementara seorang Ustad berjanji memberikan oaket Umroh bagi Lalu Zohri dan keluarganya.

TNI juga berniat menerovasi rumahnya sekaligus menawarkan Zohri agar bergabung menjadi Bintara TNI melalui jalur prestasi.

Bagaimanapun pemberian hadiah bagi Lalu Muhammad Zohro harus diapresiasi sebagai sebuah kebanggaan dari para pemberinya. Tentu saja itu juga cara Tuhan memberikan rezeki pada hamba-Nya.

Namun seperti juga kekhawatiran Ketua Umum PB PASI Bob Hasan, pemberian penghargaan ini jika tak disikapi secara dewasa oleh Lalu, akan menjadi bumerang bagi Lalu Zohri itu sendiri. Maklum usianya baru 18 tahun, dan tentu ini bukan puncak dari golden age Lalu Zohri. Seorang sprinter akan matang di usia sekitar 25 tahun.

Jika tak dewasa dan terbuai dengan hadiah dan uang yang berlimpah, bukan mustahil Lalu Zohri akan mengulangi nasib beberapa atlet pendahulunya.

Contoh untuk itu sudah ada. Sekitar tahun 1994, Indonesia memiliki Kurniawan Dwi Julianto yang bergabung di PSSI Primavera dan mengikuti kompetisi di Liga Primavera di Italia. Si Kurus kelahiran Mertoyudan Magelang ini pernah berjaya dan menjadi salah seorang dari sedikit orang Indonesia yang bermain di Liga Eropa.

Bermain untuk FC Lucerne di LIga Swis dan digadang-gadang bakal menjadi bintang besar sepakbola dunia.

Namun saat teman seangkatannya Del Piero menjadi dewasa dan menjadi Bintang, kehidupan Kurniawan meredup bahkan tenggelam sebelum waktunya. Popularitas dan prestasinya tenggelam sejalan dengan banyaknya uang dan kecanduannya pada kehidupan malam.

Talenta olahraga Indonesia lainnya adalah Angelique Widjaja (lahir di Bandung, Jawa Barat, 12 Desember 1984; umur 33 tahun; akrab dipanggil Angie) adalah seorang petenis profesional asal Indonesia.

Mulai mengenal tenis di usia 4,5 tahun di Bandung, kemudian dia berlatih di Sekolah Tenis FIKS Bandung. Usia 12 tahun sudah langganan juara, dan di usia 14 tahun sudah menjadi langganan membela Indonesia di turnamen internasional.

Putri bungsu lima bersaudara pasangan Rico Widjaja - Hanita Erwin ini mencapai puncak kariernya pada tahun 2001, ketika merebut gelar Juara Wimbledon Junior bulan Juli dan juara Wismilak International di Bali bulan September. Tahun 2002 ia merebut dua gelar lagi, yakni Juara Australia Terbuka ganda junior bersama Gisela Dulko dan juara Perancis Terbuka.

Namun entah mengapa, setelah itu Angelina pun tenggelam, tak mampu lagi bersaing dengan rekan-rekannya para petenis elit sewaktu yunior.

Berkaca pada meredupnya para telenta muda Indonesia, tampaknya kekhawatiran Ketua Umum Bob Hasan akan publisitas dan penghargaan yang berlebihan itu beralasan.

Karena itu, semua pihak tampaknya harus menahan diri dan menyadari bahwa prestasi Lalu M Zohri harus disikapi secara wajar dan jangan berlebihan. Otot remajanya jangan diberi beban berlebih, misalnya dengan menggenjotnya dengan latihan keras agar mampu bersaing dengan atlet senior dari negara lain di Asian Games 18 mendatang. Biarlah Zohri berproses dan berlatih secara wajar, hingga puncak prestasinya muncul lima atau tujuh tahun lalu.

Yang paling mungkin dijadikan contoh baik adalah langkah PB PRSI pada era Ginanjar Kartasasmita pada tahun 1980-1990 an. Saat ini para perenang nasional mulai dari era Kristiono Sumono, Gerald H Item bersaudara, Nasution bersaudara, hingga Wisnu Wardana dan Ricard Sam Bera, disekolahkan ke berbagai perguruan tinggi di Amerika Serikat. Disana selain mendapatkan pelatihan secara benar, mereka juga memperkuat kampusnya masing-masing dalam kompetisi renang. Semua senang dan menang. Kampus diperkuat atlet berbakat yang membawa nama harum kampus, Indonesia memanfaatkannya dalam event-event bergensi seperti SEA Games, dan sang atlet punya bekal imlu dan gelar master untuk masa depannya.

Zohri juga semoga dapat belajar dari kegagalan atlet penuh talenta sebelumnya dengan tetap rendah hari, berlatih keras dan tak terbuai dengan limpahan materi yang hingga kini membanjirinya pasca pulang dari Finlandia. Semoga


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments