youtube channel

Channels

BMKG: Awal Musim Hujan 2019/2020 Mundur 10 Hingga 30 Hari

BMKG: Awal Musim Hujan 2019/2020 Mundur 10 Hingga 30 Hari

Foto: Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati sampaikan keterangan pers. (Foto: Istimewa)

BMKG memprediksi, Awal musim hujan 2019/2020 mundur. Implikasinya, awal musim hujan akan mundur 10 hingga 30 hari dari normalnya disebagian besar wilayah Indonesia.

Badan Meteologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan 2019/2020 akan mundur 10-30 hari, akibat suhu muka air laut saat ini yang lebih dingin di Samudra Hindia, khususnya di sebelah Barat Sumatera dan di Perairan Indonesia bagian Selatan Khatulistiwa.

antvklik.com - "Akibatnya proses penguapan air laut menjadi lebih sulit terjadi dan pembentukan awan-awan hujan juga menjadi berkurang, sehingga curah hujan menjadi rendah, dan kondisi suhu muka air laut yang dingin ini diperkirakan akan terus berlangsung sampai bulan Oktober,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers di kantor BMKG, Jl Angkasa, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019).

Implikasinya, awal musim hujan akan mundur 10 hingga 30 hari dari normalnya di sebagian besar wilayah Indonesia, yaitu di Sumatera Utara bagian tengah dan timur, sebagian besar Riau, Jambi bagian tengah, sebagian besar Sumatera Selatan, sebagian kecil Lampung, Sebagian besar Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, sebagian kecil Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara.

"Namun beberapa wilayah di Aceh, Sumatera Utara, Sebagian Riau, sebagian besar Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, sebagian besar Kalimantan Utara, dan di Pegunungan Jaya Wijaya sudah mulai masuk musim hujan di bulan Agustus ini, dan juga ada yang masuk di bulan September dan Oktober,” ujar Dwikorita.

Khusus untuk Papua, di wilayah Kepala Burung, awal musim hujan terjadi di bulan November. Tetapi, dibagian Selatan dan di Merauke awal musim hujan terjadi di bulan Desember, sehingga tidak serempak di satu pulau itu.

BMKG memprediksi puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi bulan Januari dan Februari, kecuali di sebagian besar Sumatera, yaitu khususnya Sumatera bagian Tengah dan Utara, puncak musim hujan sudah akan terjadi di bulan Oktober hingga November.

"Diharapkan dengan prakiraan ini maka dapat diketahui langkah-langkah antisipasi atau mitigasi akibat dampak ditimbulkan di saat puncak musim hujan, seperti banjir bandang, longsor, juga dapat dioptimalkan untuk menyesuaikan pola tanam atau pola perikanan,” pungkas Dwikorita.

(red)


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments