youtube channel

Channels

"Beluman" Lebaran Kalau Tak Ada Dodol Betawi

"Beluman" Lebaran Kalau Tak Ada Dodol Betawi

"Beluman" Lebaran Kalau Tak Ada Dodol Betawi

antvklik.com - Dodol merupakan makanan khas masyarakat Betawi yang dihidangkan biasanya untuk menyambut hari raya Lebaran. Tak lengkap rasanya jika tak terhidang dodol Betawi di meja tamu.

Penyajian dodol Betawi sebagai hidangan penyambut Lebaran juga dapat menjadi simbol atas status sosial si penyaji makanan manis dan kenyal tersebut.

Keberadaan unsur beras sebagai salah satu bahan dasar dodol Betawi merupakan perlambangan dari budaya agraris masyarakat Betawi tempo dulu. Tekstur dodol yang kenyal dan lengket juga memiliki makna filosofis berupa kebersamaan dan silaturahmi.

Proses pembuatan dodol Betawi

Diharapkan dengan menyantap dodol bersama-sama, masyarakat dapat menambah keeratan silaturahmi di antara mereka.

Karena itu penjualan dodol Betawi ini menjelang lebaran semakin meningkat. Salah satunya pusat penjualan dodol Betawi terletak di Jalan Damai, Pasar minggu, Jakarta Selatan.

Dodol Sari Rasa Bu Yuyun sudah berjualan kurang lebih 35 tahun merupakan usaha turun temurun dari nenek moyang.

Menurut Ari, penjual dodol yang telah hampir 6 tahun berjualan dodol di Jalan Damai, Pasar Minggu, penjualan dodol meningkat ketika tujuh hari menjelang lebaran. Saat itu omset tokonya mencapai Rp 4 juta, meningkat dari biasanya yang hanya Rp 500 ribu saja.

Proses pembuatan dodol Betawi tak mudah dan memakan waktu yang tak sedikit. "Selama 7 sampai 8 jam (hanya) untuk mengaduk, belum termasuk memeras kelapa dan mencampur tepung. Adapun bahan-bahan yang dibutuhkan yaitu ketan, gula merah dan gula putih, kelapa, serta durian untuk menambah rasa," kata Ari.

Komposisi yang disebutnya tadi merupakan rasa durian dari dodol Betawi. Lainnya, ada juga rasa original, dan wijen. Rasa original menjadi rasa favorite dari pembeli. "Kalau proses memasak sudah selesai, adonan dimasukkan ke besek, nampan, atau mika,” katanya.

Dodol baru mengeras setelah 10 hari, dan bisa awet sampai sebulan asalkan dimasak hingga matang.

Saat ini, ada belasan orang tenaga pembantu usaha. Ada yang tugasnya khusus untuk memasak dan mengaduk, ada yang untuk membereskan dan membungkus, untuk mengantar pesanan serta berjualan di kios.

Di kios ini satu hari bisa menghasilkan 12 kenceng atau kuali . Nah Untuk harga, dipatok dari ukuran terkecil mulai dari harga Rp 10.000 dan Rp 20.000, Rp 85.000 atau sesuai pesanan.

“Pembeli bermacam-macam. Ada yang datang ke rumah langsung bayar. Ada juga yang minta diantar, bayarnya transfer. "

Salah satu pembeli di kios Bu Yuyun namanya Bu Zaenah, tiap menjelang lebaran berburu dodol untuk hidangan ketika lebaran nanti. Bagi keluarga Zaenah, tak lengkap lebaran tanpa dodol Betawi. "Dodolnya legit sekali ya ". Selain itu memang ya sudah menjadi langganan saya," tuturnya. Laporan Helene Sienca dan Ahmad Junaidi dari Jakarta


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments