youtube channel

Channels

Kenapa Miras Terus Disukai Padahal Efeknya Cacat dan Mati?

Kenapa Miras Terus Disukai Padahal Efeknya Cacat dan Mati?

2,5 ton miras Cap Tikus diamankan Dir Sabhara, Polda Jatim

antvklik.com - Baru-baru ini 2,5 ton minuman keras tradisional cap tikus disita Direktorat Samapta Bhayangkara Polda Kalimantan Timur ketika kapal berlabuh di pelabuhan feri Kariangau, Balikpapan.

Meskipun sudah menelan banyak jiwa namun transaksi miras oplosan di tanah air masih tinggi. Mengapa? Karena banyaknya permintaan masyarakat. Miras dipercaya mampu memberi rasa bahagia. Namun rasa bahagia itu tidak setimpal dengan efek samping miras oplosan. Keracunan miras berakibat cacat permanen dan kematian!

Menurut dokter spesialis kesehatan jiwa, dr. Teddy Hidayat, Sp. KJ(K), miras mengandung etanol dan methanol (CH3 OH). Bila masuk ke tubuh, methanol diubah menjadi formic acid yang menyebabkan asidosis. Keadaan asidosis itulah yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kecacatan seperti kebutaan sampai kematian.

Berikut penyebab tingginya angka kematian (Mortality rate) akibat miras di Indonesia:

1. Jumlah metanol dalam miras ilegal cukup tinggi.

2. Waktu respon terlalu lama. Gejala akan timbul setelah 12-24 jam sejak minum. Kalau lambat ditangani akan mengalami penurunan kesadaran yang akhirnya memilki prognosa tidak baik.

3. Kurangnya profesional kesehatan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman untuk kasus keracunan metanol. Adakalanya gejala keracunan miras sama dengan gangguan lain sehingga pengetahuan dan kemampuan tenaga kesehatan perlu terus ditingkatkan.

4. kurangnya fasilitas berupa alat diagnostik.

5. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang bahaya minuman keras oplosan.


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments