youtube channel

Channels

Ardiansyah Bakrie: Presiden Minta Media Berperan Hilangkan 01 dan 02 di Masyarakat

Ardiansyah Bakrie: Presiden Minta Media Berperan Hilangkan 01 dan 02 di Masyarakat

Keterangan Pers Ardiansyah Bakrie Usai Bertemu Presiden, Rabu (19/6/2019), di Istana Negara, Jakarta.

Ketegangan di masyarakat pasca-pemilu meningkat, karena masyarakat banyak yang terprovokasi dan terbawa emosional ulah segelintir elite politik, dan tentunya hal tersebut tidak boleh dibiarkan terus berlanjut.

antvklik.com - - Presiden Joko Widodo mengundang seluruh pemimpin media ke Istana Negara, Rabu (19/6/2019) sore, untuk mencari solusi bagaimana media massa mendamaikan bangsa, sehingga Indonesia menjadi lebih baik dan lebih maju.

Seperti diketahui, media massa telah menjadi salah satu kekuatan penting abad modern, sebab, revolusi bidang sains dan tehnologi membuat media massa memiliki spektrum yang demikian luas, menjangkau seluruh wilayah, lapisan masyarakat dengan intensitas yang masif.

Dalam konteks politik, media massa merupakan salah satu kekuatan politik penting yang mempengaruhi proses politik. Karena itulah keberadaan media massa, terutama pers bebas dianggap sebagai salah satu pilar dari demokrasi.

Keberhasilan Pilpres sebagai sarana bagi publik untuk mengartikulasikan pilihan politiknya dalam memilih pemimpin yang akan menentukan perjalanan negeri ini akan sangat dipengaruhi oleh sikap media massa.

Netralitas, objektif serta berorientasi pada kepentingan nasional menempatkan media massa sebagai sarana pendidikan politik yang penting bagi publik.

Hal itu dapat terjadi jika ada kesadaran internal bagi para pelaku industri media massa untuk melihat kepentingan bangsa yang lebih luas.

Selain persoalan media massa, seluruh stakeholder yang terkait dengan kesuksesan pilpres juga harus mengambil peranan. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), KPU, maupun Bawaslu dapat menjalankan peran pengawasan potensi politisasi media massa untuk kepentingan tertentu yang dapat mencederai azas free and fair competetion dalam pilpres.

Begitu pula dengan pasangan capres/cawapres serta parpol pengusung hendaknya dapat memanfaatkan momentum sesuai dengan aturan perundang-undangan serta bergerak pada upaya kompetisi yang kualitatif, tidak hanya mengandalkan teknik-teknik pencitraan, tetapi lebih berbobot pada isu konsep dan program pembangunan nasional.

Untuk itulah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkepentingan untuk meredam pergesekan di masyarakat terkait pilihan pada Pilpres lalu, untuk mencari solusi bagaimana media massa mendamaikan bangsa, sehingga Indonesia menjadi lebih baik dan lebih maju.

Anindra Ardiansyah Bakrie atau biasa disapa Ardi bakrie, Presiden Komisaris tvOne yang diundang bersama pemilik media lainnya mengatakan, Presiden meminta media untuk berperan aktif mempersatukan bangsa yang sempat terpecah, akibat pemilihan Presiden.

"01 dan 02, mestinya sudah tidak ada. Kita bersama media lain bersama-sama mempersatukan yang sempat terpecah bersatu kembali," ujar Ardi.

Lebih lanjurt Ardi berharap, masyarakat pendukung kedua calon presiden bersatu kembali, sehingga masyarakat saat ini sudah mulai damai.

| Nugroho Dendy | Jakarta |

Simak Videoanya berikut ini:


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments