youtube channel

Channels

Dari Ampas Tebu Hingga Jadi Juara Dunia Olimpiade Sains Internasional

Dari Ampas Tebu Hingga Jadi Juara Dunia Olimpiade Sains Internasional

Dari Ampas Tebu Hingga Jadi Juara Dunia Olimpiade Sains Internasional

antvklik.com - www.antvklik.com -Ampas tebu sering dipandang sebelah mata dan cenderung menjadi limbah yang dibuang sia-sia. Namun bagi dua siswa Sekolah Menengah Pertama di Sleman, Yogyakarta, Allodi Shada Fitria hidayat dan Aurelia Abhisita limbah ampas tebu bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuat furnitur dan hiasan rumah tangga. Keberhasilan penelitian ini bahkan mengantarkan mereka menjuarai olimpiade sains tingkat dunia di Kenya, Afrika, dan mengalahkan puluhan peserta dari negara lain.

ampas tebu 7

Ampas tebu ini di tangan Allodi Shada Fitria hidayat dan Aurelia Abhisit, ampas tebu bisa diubah menjadi kerajinan bernilai jual tinggi. Ide dasar pembuatan ini berawal dari kegelisahan keduanya melihat tumpukan limbah ampas tebu di sekitar rumahnya. Mereka lalu melakukan penelitian dan uji coba tentang pemanfaatan limbah ampas tebu. Akhirnya ampas tebu ini bisa disulap menjadi papan sebagai bahan utama pembuatan produk rumah tangga, diantaranya, ubin, meja, kursi, lemari hingga hiasan lampu.

ampas tebu 5

Proses pembuatan papan dari limbah ampas tebu ini juga terbilang sederhana. Awalnya tebu yang sudah dikeringkan dipotong menjadi ukuran kecil lalu dihaluskan dengan cara diblender hingga menjadi serbuk. Serbuk lalu dicampur resin dan lem perekat, kemudian dimasukkan dalam cetakan sesuai bentuk dan ukuran. Setelah dijemur selama empat jam, papan sebagai bahan pembuatan furniture siap digunakan.

“Papan dari ampas tebu ini cukup kuat dan bisa tahan lama, sehingga sangat cocok untuk dibuat alat rumah tangga, “ ujar Aurelia si pembuat papan ampas tebu.

ampas tebu 8

Atas prestasinya ini, kedua siswa ini berhasil menyabet emas dalam olimpiade sains tingkat dunia International Environmental Project, yang digelar di Kenya, Afrika, awal April 2017. Kedua siswi SMP Al-Azhar ini juga berhasil membawa pulang penghargaan spesial award best product, mengalahkan penelitian dari 34 negara lainnya.

“Pasca temuan ini, pihak sekolah akan langsung mematenkan penelitian ini, agar tidak ditiru pihak lain dan pihak sekolah juga berencana mengembangkan karya siswanya tersebut untuk proses industry, kata Ferry Kurniawan sebagai guru pembimbing.

Prestasi dua siswi SMP Al-Azhar Yogyakarta yang mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia ini sepatutnya menjadi inspirasi bagi pelajar lain untuk berprestasi.

Demikian laporan Andri Prasetyo dari Sleman, Yogyakarta.


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments