youtube channel

Channels

Tamara Bleszynski Pernah Alami Penganiayaan dan Teror Hingga Berbuntut Laporan ke Polisi

Tamara Bleszynski Pernah Alami Penganiayaan dan Teror Hingga Berbuntut Laporan ke Polisi

Tamara Bleszynski Pernah Alami Penganiayaan dan Teror Hingga Berbuntut Laporan ke Polisi (Foto Instagram @tamarableszynskiofficial)

Tamara Bleszynski pernah alami penganiayaan dan teror hingga berbuntut laporan ke polisi yang terjadi pada April 2016, yang melaporkan seorang dengan inisial WS dengan tuduhan penganiayaan dan juga karena telah menerornya.

antvklik.com - Ceritanya, kala itu Tamara yang sedang mengendarai motor bersama temannya asal Amerika, dijambak rambutnya oleh WS di jalan.

Setelah itu, beredar pula SMS bernada ancaman dari WS untuk sang bintang film AIR TERJUN PENGANTIN beserta mantan suaminya, Mike Lewis.

Kapolsek Kuta Utara yang saat itu dijabat Kompol I Wayan Arta menyebut artis Tamara Blenszynski dengan pelaku penjambakan I Wayan Putra Wijaya alias Sobrat (40) sudah saling kenal.

Kepada polisi, Tamara mengaku mengenal pelaku. Bahkan, dalam laporan sebelumnya pernah terjadi hal serupa namun yang menjadi korban rekan Tamara yaitu Adrian T King.‬

Sayangnya, setelah dipanggil pihak berwajib, WS menampik tuduhan yang dilemparkan oleh Tamara.

Namun polisi terus mengusutnya hingga menetapkan WS alias Wayan Sobrat, si pelaku penjambakan rambut dan proses pengadilan.

Saat sidang putusan, WS alias Wayan Sobrat hanya divonis hukuman 3 bulan penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Denpasar, pada Selasa (10/1/2017).

Tentu saja Tamara masih merasa trauma dan belum bisa tenang untuk tinggal di Bali bersama putranya, Kenzou Leon Lewis.

Untuk itu, wanita berusia 43 tahun ini meminta hak perlindungan sebagai warga Indonesia lewat akun Instagram-nya.

Tamara minta hak perlindungan © Instagram/tamarableszynskiofficialTamara minta hak perlindungan © Instagram/tamarableszynskiofficial

"Mudah-mudahan sebagai warga negara Indonesia di manapun, aku dan anakku berpijak/bermukim di Republik Indonesia, bisa mendapatkan hak-hak kami sebagai warga negara, yaitu: Hak mendapat perlindungan. Hak ini adalah hak yang paling mutlak, di mana setiap warga negara wajib mendapat perlindungan apapun dalam bentuk apapun dari pemerintah agar seseorang tersebut merasa nyaman, aman bertempat tinggal dan menjadi suatu warga negara yang berada pada suatu wilayah atau negara yang dilindungi oleh hukum dan pemerintah," tulis Tamara di caption foto Kenzou yang Ia unggah.

Kisah kekerasan dalam hidup Tamara Bleszynski seolah tiada henti dan karir cemerlangnya tidak serta merta memuluskan perjalanan hidupnya.

Seperti yang terjadi baru-baru ini, rumah artis Tamara Bleszynski dikabarkan mengalami serangkaian penutupan akibat ulah sekelompok anak muda yang mengepung kediamannya dengan alasan sampai hari ini belum diketahui.

Akibatnya, kondisi pengepungan secara sembarangan ini membuat Tamara Bleszynski beserta keluarganya dalam bahaya.

Kediaman Tamara yang terletak di kawasan Batu Mejan, Changgu, Bali mengalami tindakan yang mencederai kebebasan seseorang serta menggangu ketertiban umum patut diperhatikan semua pihak.

Dalam postingan Tamara yang kini telah dihapusnya, mantan istri Mike Lewis ini mengunggah bahwa dirinya dan terutama sang putra Kenzo mengalami trauma akibat tindakan oknum anak muda tersebut.

Sebenarnya ini bukanlah kejadian yang pertama. Tamara sudah ingin melaporkan kejadian ini sejak beberapa hari lalu. Namun ia merasa takut.

"Sebenarnya dari kemarin aku ingin ungkapkan, tapi aku takut..karena kan aku bersama anakku di Rumahku yg mereka keroyokan (cowok2) menutup akses pintu masuk Rumahku," tulis Tamara dalam Instagram pribadinya.

Selanjutnya Tamara mengungkap bahwa anaknya Kenzou merasa tak aman dan nyaman saat berada di rumah tulisnya.

"Sekarang Kenzou sdh aman bersama bapaknya @mike_lewis Thank you yah Mike, Kenzou sampai trauma mau masuk rumah. #batumejan #echobeach #canggu," sambungnya lagi.

Postingan Tamara yang mulai muncul dibeberapa akun gosip menuai banyak simpati saran dari netter dan sahabat. Beberapa dari mereka menyarankan Tamara untuk lapor pada pihak berwajib.

Namun, sampai berita ini diturunkan antvklik, Tamara belum memberikan klarifikasi penyebab alias pangkal masalah penutupan gerombolan anak muda di depan rumahnya.


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments