youtube channel

Channels

Sophia Latjuba Kritik Kebijakan New Normal Belum Jelas

Sophia Latjuba Kritik Kebijakan New Normal Belum Jelas

Sophia Latjuba justru menyoroti kedisiplinan warga yang masih perlu perhatian lebih jelas dari pemerintah daerah (Sophia Latjuba/ Foto: [email protected]_latjuba88)

“Apakah saya bisa kerja? Saya kan syuting di depan kamera”.

antvklik.com - Artis senior Sophia Latjuba mengkritik efetifitas dan kesiapan mental masyarakat dalam kebijakan mengenai wacana new normal yang belum jelas di beberapa kota besar di Indonesia

Sophia Latjuba justru menyoroti kedisiplinan warga yang masih perlu perhatian lebih jelas dari pemerintah daerah dalam menghadapi pandemik corona ini.

“Kalau kita ngomong soal new normal, aku, sih, pikir kita belum siap, ya, sama sekali. Karena memang dari pemerintah belum jelas,”," kata Sophia dalam perbincangan live Instagram dengan Ahmad Arif seperti dikutip antvklik.

Artis kelahiran Berlin Jerman, 8 Agustus 1970 ini ingin melihat perkembangan jumlah kasus covid-19 jika dikomparasikan dengan pelaksanaan new normal dua pekan kedepan.

"Kita new normal, kita kasih waktu dua minggu, kita lihat,” sambungnya.

Ibunda Eva Celia Latjuba merasa tak diperhatikan dengan ketentuan anjuran bekerja bagi yang berusia 45 tahun boleh bekerja selama masa pandemi virus corona atau Covid-19.

Mantan istri musisi Indra Lesmana keberatan dengan kebijakan yang hanya memperhatikan golongan tertentu saja.

“Kalau aku kan di atas 45 tahun, jadi saya dianjurkan di rumah saja, yang di bawah 45 tahun, silakan kerja. Aku tuh merasa golongan tertentu saja yang diperhatikan,” tutur Sophia Latjuba.

Sebagai publik figur Sophia Latjuba mempertanyakan posisinya yang dituntut harus bekerja. Apalagi saat bekerja dipastikan akan bertemu dengan orang banyak dan dituntut melindungi orang yang berada di rumah.

“Apakah saya bisa kerja? Saya kan syuting di depan kamera, saya pulang ke rumah, mbak-mbak saya di atas 50 tahun,” ujar Sophia Latjuba.

Sophia kembali mengingatkan bahwa dirinya ingin bekerja tanpa ada batasan atau sekat seperti yang dicanangkan dalam kebijakan tersebut.

“Saya punya anak, katanya anak aman, tapi enggak juga. Hanya kelompok lain saja yang diperhatikan. Saya sih pengin kerja di rumah, saya pengin ada orang ketemu saya disemprot dulu dan dites dulu, kan aman,” ujarnya


icon featured

Related Article

icon featured

Popular

icon featured

Comments