youtube channel

Channels

Wapres Sarankan Sukmawati Soekarnoputri Minta Maaf

Wapres Sarankan Sukmawati Soekarnoputri Minta Maaf

Wakil Presiden Ma'ruf Amin (Foto: Vivanews)

Wakil Presiden Ma'ruf Amin angkat bicara soal kasus dugaan penistaan agama oleh Sukmawati Sukarnoputri. Menurut Wapres, sebaiknya Sukmawati segera minta maaf dan kasusnya diselesaikan lewat jalur mediasi.

antvklik.com - Wapres Ma'ruf Amin menegaskan, tidak tepat membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden pertama RI Soekarno, seperti yang disampaikan Sukmawati.

"Memang tidak tepat sih membandingkan Bung Karno dengan Nabi Muhammad itu tidak tepat. Zamannya berbeda, ketokohannya berbeda, nabi kok. Bung karno sendiri Nabinya Nabi Muhammad," kata Ma'ruf seperti dilansir Vivanews, Rabu (20/11/2019).

Menurutnya, kasus ini sebaiknya diselesaikan lewat jalur mediasi saja, agar semua tidak terus berhadap-hadapan. Dan jika Sukmawati meminta maaf maka itu lebih bagus.

"Dan kalau orang minta maaf, kalau memang salah, enggak ada masalah, gitu kan. Jangan kemudian harus diselesaikan lewat pengadilan," kata Wapres.

Ia ia juga mempersilahkan jika ingin dimediasi dengan Majelis Ulama Indonesia atau MUI. Ma'ruf ingin semua pihak menjauhi kontroversi-kontroversi yang tidak produktif.

"Baiknya kita jangan kontroversi-kontroversilah, kontroversi ditinggalkan lah. Bikinlah narasi-narasi yang membawa kerukunan, jangan narasi konflik, baik agama maupun pandangan-pandangan yang bisa menimbulkan konflik itu dijauhkan," tambahnya lagi.

Sukmawati Soekarnoputri dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas pernyataannya yang membandingkan Nabi Muhammad dengan Presiden pertama dan juga ayahnya, Soekarno atau Bung Karno.

Saat diskusi di Jakarta, Senin (11/11/2019) Sukmawati menyinggung perjuangan Bung Karno dalam upaya kemerdekaan dari penjajahan Belanda.

"Sekarang saya mau tanya nih semua. Yang berjuang di abad 20 itu Nabi Yang Mulia Muhammad apa Insinyur Soekarno untuk kemerdekaan? Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau jawab berdiri, jawab pertanyaan Ibu ini," tanya Sukmawati.

Sumber: Vivanews


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments