youtube channel

Channels

Viral! Video Khotbah, Indonesia Kini Dipimpin Rezim PKI

Viral! Video Khotbah, Indonesia Kini Dipimpin Rezim PKI

video seseorang yang diduga pemuka agama dalam khobahnya mengatakan bahwa rezim yang merasa menang 2019 adalah rezim komunis (Tangkap layar Twitter @yusuf_dumdum)

Viral dua video seorang penceramah bahwa negeri ini adalah rezim komunis menjadi sorotan netizen.

antvklik.com - Beredar video seseorang yang diduga pemuka agama dalam khotbahnya mengatakan bahwa rezim yang merasa menang 2019 adalah rezim komunis.

Klaim pemuka agama tersebut dibagikan lewat dua video yang kini viral di jejaring media sosial

Dua video viral berdurasi 2.19 menit dan 0.22 detik ini dibagikan oleh pengguna Twitter @yusuf_dumdum, pada hari ini, Sabtu (14/2/2020).

Dalam dua cuplikan video yang kontroversial tersebut, sang penceramah terkesan menyudutkan pemerintah Indonesia yang dituduhnya menganut rezim komunis.

Namun, pernyataan yang disampaikan boleh jadi berkaca pada momentum yang menurutnya terjadi pada akhir-akhir ini.

Dalam video pertama dikatakan bahwa terjadi rekrutmen atau kaderisasi sebanyak 13 angkatan oleh partai-partai sepanjang 2004 hingga tahun 2014 .

Selanjutnya, pria bersorban putih yang mengenakan jas dan peci hitam ini meyakinkan kepada pendengarnya bahwa rezim hari ini adalah rezim komunis.

"Kondisi gerakan PKI ini sudah terlalu parah, sudah 13 angkatan dari partai-partai yang ada untuk berlatih ke Beijing sejak 2004-2014," kata peceramah di awal video.

"Sementara mereka sedang melakukan lansiran tahun 2015. Tahun 2015 belum sanggup memecah kekuasaan mereka, 2019 mereka merasa menang kembali dan rezim hari ini adalah rezim komunis," terangnya.

Pria tersebut mengatakan bahwa apa yang diucapkan dilakukan secara sadar.

"Saya mengatakannya dengan sadar,” tegasnya.

Sang penceramah pun menggugat negeri ini yang tak mempermasalahkan kondisi yang telah dianalisanya. Sehingga stigma anti Pancasila menjadi senjata dalam mempersoalkan masalah ini.

Kemudian dalam video, penceramah menyenggol terpilihnya Yudian Wahyudi menjadi Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Dalam ceramahnya, Yudian Wahyudi dinilainya tak pantas memimpin BPIP lantaran desertasinya terkait legalitas perzinahan berpacaran sangat buruk.

"Sekarang dia jadi Ketua Badan Pengawal Pancasila, ini sedang terjadi dan tidak ada yang dikarang-karang oleh Ustaz Alfian Tanjung. Ini merupakan bagian dari proses-proses dibangunnya negeri yang berpaham komunis," sambungnya.

Pria tersebut melanjutkan telah terjadi 'polisisasi' di negeri ini yang justru akan menjerumuskan bangsa Indonesia menjadi negara komunis.

“Siapa yang memimpin PSSI, BNN, BNPT, Bea Cukai, Mendagri? Jadi kalo dilihat dalam teori komunisme ketika terjadi polisisasi maka negara itu akan menuju ke negara komunis,” jelasnya.

Penceramah melanjutkan bahwa dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 serentak pun menjadi sorotan. Menurutnya Pilkada 2020 yang pencalonan didominasi latar belakang polisi tak lepas kaitanya dengan komunisme.

“Ada 80 persen calon daripada Pilkada, serentak per 23 September 2020 adalah polisi. Kalau polisi-polisi sudah jadi gubernur, wali kota jadi apa. Nanti 2021, 2022, 2023 tidak ada lagi Pilkada. Akan ditetapkannya Plt (pejabat sementara) yang menetapkan adalah Menteri Dalam Negeri," ungkapnya.

Dalam potongan video kedua, pria bersorban putih tersebut menambahkan bahwa negara yang jabatan publiknya dikuasai oleh polisi merupakan refresentasi dari negara komunis di dunia.

"Nah itu polisasi semua, maka negara kita akan menjadi NKRI (Negara Kepolisian Republik Indonesia). Itu artinya, negara komunis Indonesia. Negara yang didominasi polisi, itu negara komunis. Silakan diperiksa di seluruh dunia," tandasnya menutup video.


icon featured

Popular

icon featured

Comments