youtube channel

Channels

Usai Makan Siang, 238 WNI di Natuna Diterbangkan Pulang ke Jakarta

Usai Makan Siang, 238 WNI di Natuna Diterbangkan Pulang ke Jakarta

Usai makan siang, 238 WNI diterbangkan pulang ke Jakarta. (Foto: BNPB).

Usai makan siang, 238 WNI yang telah selesai menjalani masa observasi selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau, terkait virus corona, diterbangkan ke Jakarta.

antvklik.com - Kepulangan 238 WNI dari Natuna, Kepulauan Riau, menuju Jakarta, menggunakan 3 pesawat TNI Angkatan Udara, terdiri dari 2 pesawat Boeing 737 dan 1 pesawat Hercules, Sabtu (15/2/2020) siang.

Kepulangan 238 WNI yang dinyatakan dalam kondisi sehat oleh Kementerian Kesehatan tersebut dibagi dalam 3 waktu penerbangan dari Pangkalan Udara Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau, menuju Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur.

Usai Makan Siang, 238 WNI Diterbangkan Pulang ke Jakarta Usai makan siang, 238 WNI diterbangkan pulang ke Jakarta. (Foto: BNPB).

Penerbangan ke-1 pukul 13.15 WIB Pesawat Hercules TNI berangkat dari Natuna ke Halim mengangkut peserta observasi yang terdiri dari Kru Batik Air dan Mahasiswa. Penerbangan ke 2 pukul 13.30 dan ke 3 pukul 13.55 menuju Bandara Halim Perdana Kusuma,” cuit Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo, Sabtu (15/2/2020).

Mereka yang kembali ke Jakarta, sebagian besar adalah mahasiswa dari 30 provinsi Indonesia. Dari jumlah 238 WNI tersebut, terdiri dari 158 wanita dan 80 pria, dengan usia termuda 5 tahun dan usia tertua 64 tahun, beserta Tim KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) 5 orang, Tim penjemput 24 orang dan crew Batik Air 18 orang.

Usai Makan Siang, 238 WNI Diterbangkan Pulang ke Jakarta Usai makan siang, 238 WNI diterbangkan pulang ke Jakarta. (Foto: BNPB).

''Data yang kami miliki saudara-saudara kita yang sebagian besar mahasiswa itu berasal dari 30 provinsi sebarannya paling banyak adalah Jawa Timur 68 orang, Lampung 1 orang, Jakarta 12 orang, Aceh 13 orang, Papua 8 orang, Papua Barat 6 orang, dan seterusnya,'' jelas Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (14/2/2020).


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments