youtube channel

Channels

Teknologi Pengenal Wajah Temukan Anak yang Diculik 32 Tahun Lalu

Teknologi Pengenal Wajah Temukan Anak yang Diculik 32 Tahun Lalu

Momen pertemuan pria korban penculikan 32 tahun lalu dengan orangtuanya (Foto: CCTV)

Seorang pria yang diculik saat balita 32 tahun lalu, berhasil dipertemukan dengan orangtuanya berkat teknologi pengenal wajah atau facial recognition.

antvklik.com - Kejadian berawal saat Mao Yin diculik oleh seseorang dari kamar sebuah hotel di Kota Xi'an, Provinsi Shaanxi, China pada 1988.

Saat itu, Mao yang masih berusia 2 tahun, sedang menginap bersama orangtuanya.

Kasus penculikan ini terus menjadi misteri hingga akhirnya baru terungkap sekarang berkat bantuan teknologi facial recognition.

Menurut polisi, pada akhir April lalu, mereka menerima informasi, ada seorang pria di Sichuan yang membeli seorang anak dari Provinsi Shaanxi pada akhir tahun 80-an.

Foto-foto Mao Yin bersama keluarganya saat masih balita (Foto: CCTV)

Facial Recognition

Dengan menggunakan teknologi

facial recognition,

polisi menganalisa foto balita Mao Yin dan mensimulasikannya saat dewasa.

Hasil simulasi itu kemudian dibandingkan dengan foto warga di pusat data nasional.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan membandingkan foto, akhirnya polisi melacak seorang pria di Kota Mianyang yang mirip dengan foto simulasi Mao dewasa.

Guna memastikan apakah pria itu adalah balita yang diculik 32 tahun lalu, polisi melakukan tes DNA. Ternyata hasilnya cocok.

Li Jingzhi membuat 100.000 selebaran anak hilang guna mencari Mao Yin (Foto: CCTV)

Dalam pemeriksaan terungkap, ternyata Mao Yin dijual penculik ke sebuah keluarga yang tidak memiliki keturunan di Provinsi Sichuan.

Polisi masih menyelidiki pelaku penculikan dan tidak memberikan informasi lebih detil soal keluarga yang membeli Mao Yin.

Dan pada Senin (18/5/2020) Mao Yin dipertemukan kembali dengan orangtuanya dengan suasana penuh haru. Reuni keluarga ini disiarkan langsung oleh televisi setempat.

Li memandang wajah anaknya yang hilang 32 tahun dengan penuh haru (Foto: CCTV)

"Saya tidak ingin meninggalkan kami lagi. Saya tidak akan ijinkan ia pergi lagi," kata Li Jingzhi, ibu kandung Mao Yin, sambil memeluk erat anaknya.

Mendengar kata-kata ibunya, Mao Yin yang sudah menjalankan usaha dekorasi rumah di Sichuan, berjanji akan tinggal dengan orangtuanya.

Mao Yin akan tinggal kembali bersama orangtuanya (Foto: CCTV)

Li memang tak lelah mencari anaknya. Sejak anaknya diculik 32 tahun lalu, Li memutuskan berhenti kerja agar fokus melakukan pencarian.

Ia telah membagikan 100 ribu selebaran pengumuman anak hilang dan tampil di berbagai program televisi nasional.

Tak hanya mencari Mao Yin saja, Li juga menjadi relawan mencari anak hilang keluarga lainnya. Tercatat, Lin sudah membantu mempertemukan 29 anak dengan keluarganya.

CNN


icon featured

Related Article

icon featured

Popular

icon featured

Comments