youtube channel

Channels

Kementerian Agama Akan Berikan Sanksi Biro Perjalanan Umrah

Kementerian Agama Akan Berikan Sanksi Biro Perjalanan Umrah

Kementerian Agama Akan Berikan Sanksi Biro Perjalanan Umrah

Kasus yang terjadi di antaranya peminjaman legalitas perizinan kepada pihak lain (non-Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah /PPIU), penelantaran jemaah karena tidak ada tiket kepulangan ke Tanah Air

antvklik.com - newsplus.antvklik.com- Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama menggelar Rapat Pembahasan Kasus Umrah. Rapat membahas berbagai temuan kasus dalam penyelenggaraan umrah. Hadir dalam rapat ini, Tim Penyelesaian Kasus Umrah, terdiri dari Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, serta Biro Hukum Sekretariat Jenderal.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, M Arfi Hatim, menyebutkan bahwa rapat penyelesaian kasus umrah digelar berkala. Tujuannya menyelesaikan kasus-kasus yang ditemukan maupun dilaporkan oleh masyarakat.

“Rapat ini bagian dari proses penyelesaian kasus umrah yang kami tangani,” kata Arfi di Jakarta, Jumat (18/1).

Rapat berlangsung selama dua hari pada 16-17 Januari 2019 untuk menyelesaikan pembahasan 15 kasus. Kasus yang terjadi di antaranya peminjaman legalitas perizinan kepada pihak lain (non-Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah /PPIU), penelantaran jemaah karena tidak ada tiket kepulangan ke Tanah Air, dan terkait keberadaan kantor cabang PPIU yang tidak ada izin atau pengesahan.

Kasus yang dirapatkan oleh tim tersebut juga telah melalui proses pemanggilan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah untuk meminta keterangan, hingga penandatangan berita acara pemeriksaan (BAP). Dari sejumlah kasus tersebut, dihasilkan rekomendasi pemberian sanksi berjenjang dari peringatan tertulis hingga pencabutan izin.

"Kami membahas 15 kasus umrah yang dilakukan oleh PPIU maupun provider visa. Rapat menghasilkan rekomendasi pemberian sanksi mulai dari peringatan tertulis, tidak diberikan pengesahan sebagai provider, dan pencabutan izin penyelenggara,” ujar Arfi menambahkan.

Menurut Arfi, rekomendasi dari tim tersebut akan diproses secepatnya untuk penjatuhan sanksi. Dia berharap dengan pola tersebut akan memberikan efek jera bagi PPIU yang masih melakukan praktik tidak standar sekaligus proses pembinaan.

(Ihsan Salam sumber: kemenag/khoi)


icon featured

Popular

icon featured

Comments