youtube channel

Channels

VIVA Catat Kinerja Tertinggi di Industri

VIVA Catat Kinerja Tertinggi di Industri

VIVA Catat Kinerja Tertinggi di Industri

antvklik.com - PT Visi Media Asia Tbk, dengan kode emiten VIVA, yang merupakan induk perusahaan PT Intermedia Capital Tbk, ANTV, tvOne, dan VIVA.co.id, mencatatkan kinerja signifikan sepanjang 2017. VIVA menjadi grup media dengan pertumbuhan pangsa pasar pemirsa tercepat di Indonesia.

VIVA berhasil mencatatkan kinerja yang sangat baik di setiap aspek dengan pertumbuhan TV share 94% sejak 2011 hingga 2017, yang menjadikannya grup media dengan pertumbuhan tertinggi dalam meningkatkan pangsa pasar pemirsa.

Berdasarkan data Nielsen TA All People, 1-31 Mei 2018, pangsa pemirsa grup VIVA ini ditopang oleh stasiun televisi ANTV sebagai TV Entertainment yang berhasil meraih posisi nomor 1 dengan TV share 15,6% dan tvOne sebagai TV Berita nomor 1 dengan TV share 2,7%.

“Kontribusi utama pertumbuhan pendapatan VIVA pada 2017 adalah ANTV. Pencapaian ini didorong oleh perpaduan konten lokal dan asing yang menarik, terutama terobosan produksi in-house yang menjadikan ANTV bersaing dan bahkan menang di hampir semua segmen daypart,” ujar Presiden Direktur VIVA Anindya Bakrie, seusai pelaksanaan RUPST VIVA di Jakarta, Selasa (26/6).

Anindya Bakrie juga mengatakan, di tengah menurunnya belanja iklan bersih (NetADEX) TV FTA yang turun sebesar 2,3 persen, VIVA justru mampu mencapai pertumbuhan pendapatan sebesar 3,3 persen menjadi Rp 2,77 triliun. Sementara itu, laba bersih pada 2017, tercatat Rp151,7 miliar dibandingkan tahun sebelumnya Rp 408,6 miliar.

"Pencapaian di atas disebabkan penghasilan yang bersifat one-time yang timbul dari partisipasi perseroan di program tax amnesty pada 2016. Jika disesuaikan untuk penghasilan yang bersifat one-time ini, laba bersih pada 2016 tercatat sebesar Rp 131 miliar dengan pertumbuhan sebesar 15,8 persen pada 2017."

Pada kuartal I 2018, Anindya Bakrie mengungkapkan, VIVA bahkan membukukan pendapatan mencapai Rp 625,6 miliar. Sedangkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang dicapai sebesar Rp129 miliar.

Atas dasar capaian tersebut, pada 2018 ini diharapkan VIVA mampu untuk meningkatkan perolehannya lebih tinggi lagi. Sebab, media-media yang dinaungi VIVA terus menunjukkan kinerja yang positif hingga kuartal I 2018.

"Pertumbuhan di VIVA juga baik, mengingat industri tahun lalu cuma tumbuh dua persen. Kita tumbuh 2017 tapi masih terus tumbuh, meski tidak besar. Kita harap, pertumbuhan lebih besar lagi 2018."

Laporan Emzy Ardiwinata dan Achmad Djunaidi dari Jakarta.


icon featured

Related Article

icon featured

Popular

icon featured

Comments