youtube channel

Channels

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Rosidah, Tersangka Bakar Tubuh Korban Untuk Hilangkan Jejak

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Rosidah, Tersangka Bakar Tubuh Korban Untuk Hilangkan Jejak

Rekonstruksi kasus pembunuhan Rosidah digelar di halaman Mapolres Banyuwangi (Foto: ANTV/Happy Octavia)

Polresta Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Rosidah, perempuan muda yang jasadnya ditemukan hangus terbakar di sebuah kebun kelapa di Kecamatan Kabat, Banyuwangi.

antvklik.com - Rekontruksi kasus pembunuhan Rosidah, perempuan berusia 17 tahun, yang ditemukan tewas terbakar di kebun kelapa, di Dusun Kedawung, Desa Pondok Nongko, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Sabtu (24/1/2020), digelar di halaman belakang Mapolresta Banyuwangi, Rabu siang (5/2/2020).

Dengan dikawal ketat anggota Sabhara Polresta Banyuwangi, tersangka Ali Heri Sanjaya, tampak tenang berjalan meski dibantu dengan tongkat kruk menuju ke lokasi rekonstruksi. Perwakilan dari pihak Kejaksaan Negeri Banyuwangi dan pengacara tersangka turut menyaksikan rekonstruksi ini.

Tersangka Ali Heri Sanjaya memperagakan 23 adegan yang diawali dengan tersangkayang berpura-pura meminta Rosidah untuk diantarkan pulang setelah selesai bekerja di sebuah warung makan. Di tengah perjalanan, tersangka meminta Rosidah yang diperankan oleh seorang anggota polwan, untuk memboncengnya.

Hingga di tempat kejadian perkara, tersangka yang sudah merencanakan aksi itu selama seminggu, langsung memukul korban hingga terjatuh. Selanjutnya tersangka mencekik leher korban selama kurang lebih 15 menit.

Mengetahui korban sudah tidak bergerak lagi, tersangka langsung pergi membeli bensin dan menyiramkan di sekeliling tubuh rosidah. Diatas tumpukan bambu kecil di kebun kelapa itu, Rosidah terbakar hingga hangus nyaris di seluruh tubuhnya.

Tersangka Ali Heri Sanjaya mengaku sengaja membakar jasad Rosidah untuk menghilangkan jejak.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, mengatakan, rekonstruksi dilakukan di halaman Mapolresta Banyuwangi karena situasi di tempat kejadian perkara tidak memungkinkan.

Dari hasil rekontruksi, polisi menyimpulkan selain karena motif body shaming atau diolok-olok memiliki badan yang gendut, ternyata juga karena motif ekonomi.

Hal tersebut diperkuat dengan adegan tersangka yang membawa kabur motor dan handphone korban untuk dijual.

Selain mengamankan tersangka pembunuhan, sebelumnya, petugas juga menangkap dua tersangka lainnya yaitu penadah handphone serta motor korban.

Happy Oktavia | Banyuwangi, Jawa Timur


icon featured

Popular

icon featured

Comments