youtube channel

Channels

Ratusan Mahasiswa Datangi Polda DIY Tuntut Kematian Mahasiswa di Kendari

Ratusan Mahasiswa Datangi Polda DIY Tuntut Kematian Mahasiswa di Kendari

Ratusan Mahasiswa Datangi Polda DIY Tuntut Kematian Mahasiswa di Kendari (Foto: ANTV/Andi)

antvklik.com - Ratusan massa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, berunjuk rasa di depan gedung Polda DIY Sabtu (28/9/2019). Mereka menuntut polisi mengusut tuntas meninggalnya dua mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Ratusan mahasiswa Yogyakarta menggelar aksi solidaritas meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo saat demo di Kendari. Mereka berunjuk rasa dengan mendatangi Polda DIY di jalan Lingkar Utara, Yogyakarta.

Setibanya di lokasi, massa langsung masuk ke halaman Mapolda DIY dan sempat berorasi sebentar kemudian berjalan keluar Mapolda DIY untuk memblokade jalan ringroad utara yang memang tepat berada di depan Mapolda. Kemacetan langsung terlihat di jalur ringroad utara terutama dari arah barat ke timur.

Beberapa spanduk yang dibawa oleh massa peserta aksi di antaranya bertuliskan, 'Tugasmu Mengayomi Bukan Menembak', "Cukup Jangan Ada Korban Lagi", dan "Polisi Bukan Malaikat Izrail."

Salah seorang orator dalam orasinya mengatakan, aparat kepolisian seringkali melakukan tindakan represif yang merugikan.

"Apapun alasannya, aparat kepolisian tidak boleh melakukan tindakan represif. Tetapi, buktinya rekan kita tertembak dengan peluru tajam. Hal ini akan membuat negara ini semakin amburadul karena tindakan represif aparat," teriak salah seorang orator.

"Kami meminta Kapolri untuk segera mengusut tuntas kasus yang menewaskan saudara kita," tegasnya.

Mahasiswa kemudian memblokade dua jalur jalan di depan Polda DIY, hingga mengakibatkan kemacetan. Mahasiswa juga menggelar shalat gaib untuk mendoakan dua korban mahasiswa UHO Kendari, Sulawesi Tenggara.

Dalam aksinya, massa mengecam sikap represif aparat dalam penanganan unjuk rasa di Kendari beberapa hari lalu. Massa menuntut polisi mengusut tuntas peristiwa tewasnya dua mahasiswa UHO, yang salah satunya meninggal dunia karena tertembak peluru.

Andri Prasetiyo | Sleman, Yogyakarta


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments