youtube channel

Channels

Polwan Berhijab Disiapkan JAD Jadi Bom Bunuh Diri Tercium Densus

Polwan Berhijab Disiapkan JAD Jadi Bom Bunuh Diri Tercium Densus

Polwan berhijab Nesti Ode Samili anggota JAD. (Iqbal Hamzah/ANTV)

antvklik.com - Polwan berhijab disiapkan JAD jadi bom bunuh diri tercium Densus 88. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Bripda Nesti Ode Samili, 23 tahun, sudah dipecat dari institusi Polri setelah terindikasi terpapar kelompok teroris Jammah Ansharut Daulah (JAD).

Dari hasil pemeriksaan Densus 88, Nesti diduga terpengaruh paham radikal cukup dalam. Awalnya, Nesti mempelajari paham radikal secara otodidak ​​​​​melalui media sosial. Nesti terkait dengan kelompok JAD Bekasi pimpinan Abu Zee Ghuroba alias Fazri Pahlawan yang ditangkap Densus di Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat pada 23 September 2019.

Kelompok JAD tengah mempersiapkan Nesti untuk menjadi 'pengantin' atau pelaku bom bunuh diri. “Dia dipersiapkan sebagai suicide bomber," kata Dedi Prasetyo, di Jakarta Jumat, tak lama setelah Menkopulhukam Wiranto menjadi target penusukan anggota di alun-alun Menes, Banten.

Nesti tercatat sebagai polwan di Polda Maluku Utara. Ia telah dua kali berurusan dengan Densus 88. Pertama, ia diamankan oleh Polda Jatim di Bandara Juanda, Jawa Timur pada Mei 2019. Lalu, ia diamankan penyidik Densus 88 di Yogyakarta pada akhir September 2019.

Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol Suroto membenarkan anggotanya terpapar jaringan JAD. “Sudah sebulan sejak awal September meninggalkan tugas tanpa izin. Kita sudah berusaha mencari sudah kita buat DPO,” kata Kapolda Maluku Utara.

Pada Mei lalu, oknum polwan Bripda Nesti pernah diamankan Kepolisian Jawa Timur di Surabaya lantaran diduga meninggalkan tugas dan menggunakan identitas palsu dalam penerbangan dari Ternate ke Surabaya. Ia kemudian dikirim kembali ke Polda Maluku Utara untuk dibina.

Nesti sudah sejak awal September, kembali meninggalkan tugas tanpa izin atau desersi. Polda Maluku Utara pun sudah berusaha mencarinya bahkan menerbitkan daftar pencarian orang (DPO). Pencarian itu tidak membuahkan hasil hingga kemudian Polda Maluku Utara mendapat kabar Nesti ditangkap Densus 88 Antiteror.

Sebelum desersi Nesti bertugas di Satuan Logistik Polda Maluku Utara.

Iqbal Hamzah | Ternate, Maluku Utara


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments