youtube channel

Channels

Pemerintah Siapkan Langkah Penanganan PMI Terdampak Lockdown di Luar Negeri

Pemerintah Siapkan Langkah Penanganan PMI Terdampak Lockdown di Luar Negeri

Pemerintah Siapkan Langkah Penanganan PMI Terdampak Lockdown di Luar Negeri (Foto: Istimewa)

Pemerintah saat ini terus berupaya merumuskan langkah-langkah untuk mengantisipasi penanganan WNI, khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terdampak kebijakan Lockdown di luar negeri, akibat wabah COVID-19.

antvklik.com - Pemberian bantuan bahan pokok (Sembako) dan pengaturan protokoler kepulangan menjadi opsi kebijakan untuk membantu WNI yang terdampak Lockdown, seperti di Malaysia.

Demikian disampaikan Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat menjawab pertanyaan awak media, usai mengikuti Rapat Terbatas Penanganan Arus Masuk Warga Negara Indonesia (WNI) dan Pembatasan Perlintasan Warga Negara Asing (WNA) melalui video conference di Kediaman Resmi Wapres Jl. Diponegoro No. 2, Jakarta Pusat, Selasa (31/03/2020).

“Salah satu juga yang kita antisipasi yaitu teman-teman kita yang TKI, misalnya di Malaysia, mereka juga sekarang menghadapi keadaan yang sulit (karena) diberlakukannya Lockdown,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, saat ini Pemerintah sedang menyiapkan bantuan, misalnya dengan memberikan Sembako bagi WNI di Malaysia.

“Ya bantuan saya kira sudah dilakukan oleh KBRI kita di Malaysia. Kita kemungkinan akan melakukan juga bantuan Sembako. Kemungkinan yang akan dilakukan itu tidak mengirim sembako dalam bentuk sembakonya, tetapi mungkin dana yang akan dijajaki,” imbuhnya.

Selain itu, bagi mereka yang harus pulang ke tanah air, Pemerintah sudah menyiapkan tahapan protokoler kepulangannya baik yang pulang sendiri atau yang terpaksa harus dievakuasi.

“Tetapi andai kata kemudian terjadi keadaan yang memaksa mereka (harus) pulang, (Pemerintah) juga sudah menyiapkan tahapan-tahapannya atau upaya-upaya penanggulangannya sejak di sana, kemudian transportasinya, dan penanganan di tempat pintu masuknya, bahkan kemudian juga sampai memberikan ke kampung/desanya,” jelas Wapres.

Lebih jauh, menurut Wapres, bagi mereka yang terindikasi terinfeksi virus Corona, Pemerintah akan menampung dan mengisolasinya di tempat yang telah disediakan, seperti di Pulau Galang dan Natuna.

“Dan apabila ada yang kemungkinan terindikasi yang patut memperoleh pengobatan maka pemerintah juga sudah menyiapkan kemungkinannya untuk menampung mereka, mengisolasi mereka, di tempat yang sudah disediakan sesuai dengan protokol penanganan COVID-19,” ungkapnya.

Terkait hal ini, Wapres berharap Pemerintah Daerah untuk turut bersiap mengantisipasi kepulangan para WNI ke daerah. Sebab, bagi mereka yang sehat dan tidak terindikasi terpapar virus Corona, tidak akan ditampung dan diisolasi, tetapi langsung dikembalikan ke daerahnya masing-masing.

“Nah, ini yang menjadi juga penting ketika mereka pulang ke daerah, ini supaya pemerintah daerah, gubernur-gubernur terutama, supaya menyiapkan diri untuk mengantisipasi keadaan ini dan menyiapkan kemungkinan penanggulangannya di daerah-daerah itu,” pintanya.

Saat ditanya mengenai jumlah WNI yang terdampak kebijakan Lockdown di luar negeri, Wapres mengungkapkan bahwa saat ini masih diinventarisir.

“Jumlah TKI ini kita belum tahu jumlahnya berapa yang akan pulang. Ini masih harus diinventarisir. Kalau jumlah seluruhnya kan banyak, jutaan, tapi nanti yang akan bisa difasilitasi sedang kita hitung baik biaya pemulangannya itu,” pungkasnya.

NN, KIP | Setwapres


icon featured

Related Article

icon featured

Popular

icon featured

Comments