youtube channel

Channels

Pasukan Katak TNI Buru Buaya di Dermaga Pondok Dayung

Pasukan Katak TNI Buru Buaya di Dermaga Pondok Dayung

Pasukan Katak memburu buaya di Dermaga Pondok Dayung

antvklik.com - Kehadiran buaya di Dermaga Pondok Dayung, Jakarta Utara, belakangan ini membuat heboh warga net dan warga Jakarta yang membuat Pasukan Katak TNI Angkatan Laut turun tangan. Meski sempat ditembak, buaya muara itu masih membuat penasaran personil pasukan katak yang kembali Sabtu sore (16/6) untuk memburu binatang reptil itu.

Dengan menggunakan perahu karet lima personil anggota Pasukan Katak TNI Angkatan Laut dengan senjata lengkap menyisir perairan sekitar Dermaga Pondok Dayung, tempat awal penemuan buaya yang viral di medsos. Pasukan katak terus mencari lokasi yang dicurigai sebagai persembunyian buaya besar ini. Selain lokasi awal munculnya buaya muara itu, lima anggota pasukan katak juga menyisir arah pantai Ancol yang diduga arah buaya besar itu lari.

Buaya besar dengan panjang tiga meter tersebut dilaporkan sejak hari kamis(14/6) dan sudah lebih 15 kali menampakkan diri ke permukaan. Terakhir dikabarkan muncul kembali di kawasan Pondok Dayung, Jakarta Utara Sabtu pagi (16/6).

Pasukan katak sudah melakukan pengejaran dan sempat menembak sebanyak dua kali ke arah buaya dan terkena pada bagian leher dan ekor, namun buaya itu kemudian menghilang.

Pondok Dayung dikenal sebagai Dermaga Kapal Militer Angkatan Laut dan kegiatan latihan para Kopaska dan dengan munculnya buaya itu, pasukan akan terus berupaya menemukan binatang buas itu hidup atau mati.

“Dengan adanya buaya ini, sangat terganggu sekali, karena wilayah latihan kami adalah perairan pondok dayung ini. Kami sering sekali melakukan teknik berenang , menyelam dan sebagainya. Sehingga buaya tersebut harus ditemukan, hidup atau mati, “ ujar Kapten Laut Edi Tirtayasa dari Satuan Kopaska Koarmada 1.

Petugas memfokuskan pencarian di lokasi alur pelayaran Pondok Dayung lantaran buaya besar tersebut diperkirakan berjenis buaya muara yang senang berada di kadar air asin rendah atau payau.

Laporan Novi Zakaria dari Jakarta.


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments