youtube channel

Channels

Panglima TNI: Tiga Anggota TNI-AU Jadi Tersangka

Panglima TNI: Tiga Anggota TNI-AU Jadi Tersangka

Panglima TNI: Tiga Anggota TNI-AU Jadi Tersangka

antvklik.com - www.antvklik.com- Kisruh pembelian helikopter AgustaWestland AW101 (AW101) oleh TNI-AU berbuntut panjang. Penyidik POM TNI telah meningkatkan status investigasi pembelian helikopter dari penyelidikan menjadi penyidikan."POM TNI menetapkan tiga orang militer berpangkat masing2 berpangkat Marsma, Letkol dan seorang Pelda menjadi tersangka,"kata Panglima TNI Gatot Nurmantyo dalam jumpa pers bersama KPK di Gedung KPK Jumat siang.

Ketiga orang tersangka tersebut adalah Marsma TNI FA yang bertugas pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam pengadaan barang dan jasa; kedua Letkol W, sebagai pejabat pemegang kas dan tersangka ketiga adalah Pelda S yang diduga menyalurkan dana-dana terkait pengadaan ke pihak-pihak tertentu.

Penyidikan ini menurut Gatot dimulai dari investigasi yang dilakukan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) dengan surat perintah pada 29 Desember 2016. KSAU kemudian mengirim hasil investigasi pada 24 Februari 2017.
Seperti diketahui, TNI-AU tetap melakukan pembelian helikopter AgustaWestland AW101 ini, meski pernah mendapat penolakan Presiden Joko Widodo pada Desember 2015 silam. Alasan Presiden, kondisi keuangan negara waktu itu belum memungkinkan untuk membeli helikopter ini, Namun pembelian tetap dilakukan dengan alasan heli ini dibeli untuk pesawat angkut dan bukan untuk keperluan VVIP seperti direncanakan semula.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membatalkan pembelian Helikopter AgustaWestland AW-101 setelah menuai kontroversi. Meski begitu, heli buatan Inggris itu ternyata sudah tiba di Indonesia Februari lalu.

"Waktu itu saya ditanya oleh Presiden, Panglima berapa kerugian negara akibat pembelian ini saya perkirakan Rp 150 miliar. Namun Presiden bilang ini bisa merugikan negara RP 200 miliar,"katanya.

Setelah itu pihaknya membentuk tim investigasi. "Dari hasil penyelidikan POM TNI bersama-sama KPK dan PPATK terhadap dugaan penyimpangan pengadaan helikopter AW 101 TNI AU, hasil sementara perhitungan ditemukan potensi kerugian negara diperkirakan Rp 220 miliar dengan basis perhitungan saat itu nilai tukar 1 USD Rp 13 ribu," ujar Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Pengadaan heli AW 101 ini mencapai Rp738 miliar. Namun untuk dugan kerugian negara akibat kasus ini diduga mencapai Rp220 miliar. Panglima Gatot Nurmantyo memastikan penanganan kasus ini akan berjalan transparan. Dia bahkan menggaransi dan minta masyarakat ikut mengawasi penanganan kasus tersebut.

Demikian Laporan Andi Isworo dari Jakarta


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments