youtube channel

Channels

Kemenhub Wajibkan Pilot Training Simulator Boeing 737 Max 8

Kemenhub Wajibkan Pilot Training Simulator Boeing 737 Max 8

Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti (Foto; Vivanews)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pastikan akan menindaklanjuti laporan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tentang kecelakaan pesawat Lion Air JT-610. Salah satunya mewajibkan pilot training simulator Boeing 737 Max 8.

antvklik.com - Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengatakan, dari hasil investigasi KNKT akan dilakukan beberapa langkah tindak lanjut yang bersifat perbaikan.

"Yang pertama, perbaiki panduan dari kita sendiri yang sudah ada, agar antara panduan satu dengan yang lain tidak bertentangan," kata Polana di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (1/11/2019).

Yang kedua, Kemenhub akan mewajibkan operator penerbangan untuk melatih atau training pilot yang akan mengoperasikan Boeing 737 Max 8.

"Saat ini kita tengah mengkaji dan menunggu sertifikasi dari otoritas penerbangan lain, seperti EASA (Otoritas Aviasi Eropa), Brazil, dan Kanada. Kami juga belum dapat informasi kapan sertifikasi tersebut dikeluarkan. Jika memang sudah dikeluarkan dan dinyatakan laik terbang, maka pilot yang akan menerbangkan Max 8 akan masuk simulator," kata Polana.

Polana juga meminta seluruh operator penerbangan di Indonesia untuk mengimplementasikan Safety Management System (SMS). Hal tersebut, dilakukan dengan melakukan training SMS dengan cakupan, dan jangka waktu sesuai tingkatan masing-masing personel di operator.

"Ini juga termasuk dengan memastikan bahwa hazard report yang disampaikan personel benar-benar dapat diakses langsung oleh pejabat yang bertanggung jawab," katanya lagi.

Rekomendasi tersebut pun akan dilakukan dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, atau hingga Januari 2020.

"Dengan pertimbangan waktu yang diperlukan bagi Lion Air untuk menyiapkan atau memperbaiki sistem yang ada terkait dengan pembaharuan, dan sinkronisasi manual," tutup Polana.

Sebelumnya KNKT merilis hasil investigasi jatuhnya pesawat Lion Air jenis Boeing 737 Max 8 yang jatuh di perairan Karawang pada 29 Oktober 2018.

KNKT menyimpulkan, desain dan fitur Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) pada pesawat Boeing 737 Max 8 tidak memadai dan pilot tidak mengetahuinya.

MCAS adalah fitur otomatisasi yang dipasang khusus di pesawat Boeing seri Max. Gunanya untuk menurunkan hidung pesawat bila terlampau tinggi guna mencegah stall atau kehilangan daya angkat. Karena itu, sering pula disebut fitur anti-stall.

Sumber: Vivanews


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments