youtube channel

Channels

Keluarga Bersyukur Kejaksaan Agung Tunda Eksekusi Baiq Nuril Maknun

Keluarga Bersyukur Kejaksaan Agung Tunda Eksekusi Baiq Nuril Maknun

Baiq Nuril Maknun, sedang menyapu teras rumah orangtuanya di Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

antvklik.com - - Keluarga Baiq Nuril Maknun mengungkapkan rasa bersyukurnya atas keputusan penundaan eksekusi oleh Kejaksaan Agung dan dukungan dari Presiden Joko Widodo. Keputusan tersebut, dinilai oleh pihak keluarga, sebagai keberpihakan keadilan buat mereka, yang selama ini terbaikan.

Kini Nuril sedikit sumringah, setelah mengetahui keputusan Kejaksaan Agung yang menunda pelaksaan eksekusi terhadap dirinya, sampai adanya keputusan Peninjauan Kembali atau PK yang akan dilakukan Tim Kuasa Hukum Nuril. Ia menyempatkan pulang ke kampung halamannya, untuk menyambangi kedua orangtuanya di Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah.

Keluarga Bersyukur Kejaksaan Agung Tunda Eksekusi Baiq Nuril Maknun Lalu Mustajab, Bapak Baiq Nuril Maknun.

“Sejak kasus yang membelit Nuril, anaknya mengalami penurunan kesehatan yang cukup drastis, terlebih Ibundanya,” kata Lalu Mustajab, Ayah Nuril.

Rasa bersyukur atas keputusan penundaan eksekusi dari Kejaksaan Agung, juga diungkapkan oleh kakak Nuril yakni Baiq Nurul Hasani. Kesedihan mereka kini terobati. Dengan linangan air mata terharu, Nurul menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan kepada adik tercintanya.

Keluarga Bersyukur Kejaksaan Agung Tunda Eksekusi Baiq Nuril Maknun Baiq Nurul Hasani, kakak kandung dari Baiq Nuril Maknun, berlinang air mata terharu.

Kasus Baiq Nuril Maknun menjadi magnet simpati masyarakat luas karena ia adalah korban dalam kasus pelecehan seksual. Dirinya merasa dilecehkan atas telepon dari mantan atasannya, seorang Kepala Sekolah di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Dalam pembicaraan telepon, mantan atasannya menceritakan kehidupan seksualnya. Nuril dianggap menyebarluaskan rekaman pembicaraan tersebut. Merasa malu karena aibnya disebarluaskan, mantan atasannya lalu melaporkan Nuril ke polisi.

Mantan pegawai honorer ini terancam kembali dipenjara dan terkena denda sebesar Rp 500 juta akibat terjerat Pasal 27 Ayat 1 UU ITE tentang penyebaran informasi elektronik yang mengandung muatan asusila.

Laporan Herman Zuhdi dari Nusa Tenggara Barat


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments