youtube channel

Channels

Jokowi Tinjau Simpang Susun Semanggi

Jokowi Tinjau Simpang Susun Semanggi

Jokowi Tinjau Simpang Susun Semanggi

www.antvklik.com - Kemacetan di sekitar Semanggi, Jakarta diperkirakan akan berkurang antara 30-40 persen jika setelah rampungnya pembangunan Simpang Susun Semanggi pada pertengahan tahun ini. Kamis siang, Presiden Joko Widodo meninjau perkembangan pembangunan simpang susun yang dibangun diatas Jembatan Semanggi saat ini.

Simpang susun sepanjang 1,8 kilometer ini menghabiskan dana Rp. 380 miliar. Presiden Jokowi mengapresiasi pembangunan yang dinilainya murah dan efisien ini.

Sejarah Jembatan Semanggi

Jembatan Semanggi merupakan fly over yang pertama dibangun di Indonesia. Bangunan fisik Jembatan Semanggi berupa jalan layang yang melingkar-lingkar. Karena bentuknya mirip struktur daun lalapan semanggi, maka kemudian meresap dan menjadi nama jembatan itu sendiri.

Pada perkembangannya, kawasan Jembatan Semanggi menjadi ciri khas Ibukota Jakarta. Jembatan ini menjadi semacam poros lalu lintas Ibukota Jakarta sekaligus sebagai symbol kemakmuran perekonomian. Lokasi jembatan terkenal ini berada di kawasan karet, Semanggi, Setia Budi. Pembangunannya dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

Proses pembangunan Jembatan Semanggi tidaklah mudah. Presiden Soekarno tidak begitu saja mendapatkan restu dari rakyat. Sebab, pada waktu itu orang sudah mulai berpikir kritis terhadap ide-ide pembangunan fisik.

Pada masa itu, anggota masyarakat yang kritis terhadap kebijakan pemerintah menilai bahwa gagasan Bung Karno hanyalah proyek mubazir. Proyek yang hanya akan menghabiskan keuangan negara dan tidak ada manfaatnya bagi kesejahteraan rakyat.

Bung Karno tentu saja memahami apresiasi yang disampaikan masyarakat. Dia menampung semua protes itu, kemudian mengolahnya.

Tapi bukan Bung Karno namanya kalau kemudian mundur oleh berbagai kritik. Dia tetap mantap pada pendirian, yakni merealisasikan pembangunan Jembatan Semanggi. Tahun 1961 proyek dimulai.

Waktu itu Jembatan Semanggi hanyalah salah satu dari paket pembangunan fasilitas public yang akan dibangun pemerintah. Proyek lain yang juga didirikan, antara lain Gelora Senayan (Gelora Bung Karno) dan Hotel Indonesia.

Mengenai nama Semanggi, Bung Karno punya cerita sendiri. Dalam satu kesempatan, dia pernah bicara filosofi daun semanggi. Filosofi yang dimaksud adalah simbol persatuan, dalam bahasa Jawa dia menyebut “suh” atau pengikat sapu lidi. Tanpa “suh” sebatang lidi akan mudah patah. Sebaliknya, gabungan lidi-lidi yang diikat dengan “suh” menjadi kokoh dan bermanfaat menjadi alat pembersih.

Itulah sejarah singkat Jembatan Semanggi yang kini tetap berdiri kokoh dan mengimbangi pesatnya pembangunan infrastruktur Ibukota Jakarta.

Bila menilik sejarahnya, pantas memang bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan kawasan Jembatan Semanggi sebagai tempat wisata bernilai sejarah. Bung Karno membangun Semanggi dari dana Pampasan Perang Jepang. Selain Semanggi, dana ini juga digunakan untuk membangun Gelora Senayan yang saat ini dinamakan Gelora Bung Karno, Pusat Pertokoan Sarinah, Hotel Indonesia di Jakarta dan Bali, Ambarukmo di Yogyakarta dan Grand Indonesia di Pelabuhan Ratu.

Agam Wiftarenal dan Mahendra Dewanata dari Jakarta melaporkan


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments