youtube channel

Channels

Izzan Lolos MIPA ITB di Usia 14 Tahun, Pernah Dicap Berbagai Gangguan Psikologis

Izzan Lolos MIPA ITB di Usia 14 Tahun, Pernah Dicap Berbagai Gangguan Psikologis

Izzan Lolos MIPA ITB di Usia 14 Tahun, Pernah Dicap Berbagai Gangguan Psikologis

ww.an-tv- Ada anak 14 tahun yang namanya ada dalam pengumuman SBMPTN. Musa Izzanardi Wijanarko, alias Izzan lolos MIPA ITB di usia 14 tahun. Izzan asal Bandung diterima sebagai mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB). “Puji syukur, setelah 1 tahun lalu belum lolos SBMPTN. Alhamdulillah Alhamdulillah, Musa Izzanardi W, atau Izzan, akhirnya diterima di Fakultas Pilihannya MIPA ITB,”kata Yanti Rahmawati, ibunda Izzan.

Yanti sempat sedih, karena tidak bisa mendampingi Izzan. Menjelang detik2 pengumuman hasil SBMPTN. “Saya dan bapaknya Izzan Mursid Wijanarko sedang tugas di Bali. Alhamdulillah, ada mak tuonya Elin Driana yang mendampingi Izzan. Maktuo dan Pak De Putut Widjanarko yang selama ini selalu mensupport anak2 kami.”

Izzan lolos MIPA ITB di usia 14 tahun , namun tentu perjalanan Izzan memasuki ITB tentu tak mudah, meski Izzan memiliki kecerdasan jauh diatas rata-rata. Izzan lolos MIPA ITB di usia 14 tahun, setelah menempuh Home Scholing berbekal ujian atau legalitas kesetaraan dari Paket A, Paket B dan Paket C (setara SMA), akhirnya bisa lolos ITB. Menurut Yanti, Izzan sebenarnya sudah pernah ikut seleksi SBMPTN pada tahun lalu. Namun tak lolos. Akhirnya, Yanti berinisiatif mendaftarkan anaknya ikut bimbingan belajar SBMPTN selama 1,5 bulan. Izzan latihan menjawab soal-soal dengan cepat, dari Matematika, Bahasa Indonesia, sampai Bahasa Inggris.
Seperti juga ibunya yang pendaki gunung salah satu hobbi Izan adalah mendaki (Foto Facebook Yanti Wij)

Keberhasilan Izzan tentu menggembirakan Yanti. Sejak awal perjuangan melahirkan dan membesarkan Izzan tak mudah. Saat melahirkan anaknya yang kedua ini, Yanti nyaris kehilangan nyawa karena Yanti menderita alergi parah.

Saat usia 4 minggu, dokter menemukan katup lambung Izzan tak mau menutup. Izzan pun pindah dari satu pengobatan ke pengobatan lain.

Ketabahan Yanti terus diuji. Dalam perjalanan pertumbuhannya Izzan menunjukkan bahwa dirinya adalah anak yang hanya berkomunikasi atas keinginannya sendiri, selalu menghancurkan permainan edukatif, merusak hampir seluruh peralatan elektronika, dan tak mau duduk kalau dibacakan cerita.

Disisi lain, kecerdasan Izzan melesat. Pada usia 6 tahun 8 bulan mampu mengerjakan materi matematika yang setara untuk anak-anak 15 tahun. Izzan pun bahkan berhasul menemukan rusmus-rumus matematika lewat observasi sendiri.

Pengalaman Yanti membesarkan Izzan, dituliskan dalam "Melihat Dunia" yang terbit 4 mei 2016. Kisah tentang bagaimana aku dan suamiku Mursid Wijanarko mencoba berusaha memahami dan mengasuh anak ke-2. “Anak kami mendapat banyak diagnosis baik fisik seperti GER, alergi berat, tiada katup lambung maupun kondisi psikologisnya. Sempat diberi label sebagai autism spectrum disorder, asperger syndrom, high functioning austism, ADHD, hiperactivity, Gifted dan Indigo,”kenang Yanti.

“Namun, saya sebagai Ibunya akhirnya lebih mempercayai bahwa anak saya Izzan mengalami suatu pertumbuhan dan perkembangan yang tidak sinkron antara lompatan perkembangan intelejensia dan kematangan fungsi perkembangan neurologisnya. Ketika saya mulai fokus, mau mendengar, mau melihat dan merasakan apa yang dia lihat, dia katakan. Akhirnya mengalirlah,”kata Yanti.

Kini Izzan memasuki perguruan tinggi idamannya. Satu almamater dengan ibunya Yanti Wij, ayahnya Mursid Wijanarko dan Mak Tuonya yang keren, yang juga pengamat pendidikan Elin Driana.

Selamat mengolah harapanmu yang lain Izzan. Negeri ini menunggu karyamu. (Machsus Thamrin)


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments