youtube channel

Channels

Ingin Subsidi Energi Tepat Sasaran, Ahok Tertarik Gunakan Sistem Data Terpadu Kemensos

Ingin Subsidi Energi Tepat Sasaran, Ahok Tertarik Gunakan Sistem Data Terpadu Kemensos

Ingin Subsidi Energi Tepat Sasaran, Ahok Tertarik Gunakan Sistem Data Terpadu Kemensos (Foto: Istimewa)

Menteri Sosial Juliari P. Batubara menerima kunjungan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama. Kedua pejabat mendiskusikan tentang kemungkinan sinergi untuk mendukung kebijakan subsidi energi berbasis data terpadu yang dikelola Kemensos.

“Ini kan baru pertemuan awal. Tadi kami ngobrol-ngobrol sejauh mana bisa bersinergi dalam penyaluran subsidi energi untuk masyarakat prasejahtera, misalnya berupa elpiji. Kementerian Sosial kan punya pengalaman dalam penyaluran bansos ya apakah itu PKH atau BPNT,” kata Mensos Juliari, di kantor Kementerian Sosial, Kamis (16/01/2020).

antvklik.com - Mensos Juliari menyatakan, kedua belah pihak sama-sama berpendapat, agar penyaluran bansos berupa elpiji untuk masyarakat prasejahtera tersebut, dapat berjalan tepat sasaran.

“Bagaimana mekanismenya akan kita bicarakan secara lebih mendalam dari tim Kemensos maupun dari Pertamina. Dari Kemensos mungkin juga ada perwakilan dari Bank Himbara. Dalam waktu dekat ya Pak Ahok,” kata Mensos Juliari.

Dalam pertemuan ke depan, Mensos menyatakan, kedua pihak satu pandangan terhadap peran penting basis data sebagai dasar penyaluran subsidi. “Karena kan kuncinya juga adalah ketepatan sasaran. Ketepatan sasaran dari pendistribusian subsidi elpiji ini supaya benar-benar sampai pada rakyat yang paling berhak,” kata Mensos Juliari.

Bagaimana teknis atau skema penyaluran bantuan, Mensos tidak bisa menjelaskannya. Tugas Kementerian Sosial adalah mempersiapkan mekanisme, perangkat dan infrastrukturnya. “Mengenai bagaimana dan kapan pelaksanannya menunggu arahan Presiden,” kata Mensos Juliari.

Namun sejauh pengalaman selama ini, Kementerian Sosial sudah sangat baik dalam penyelenggaraan program bantuan sosial non tunai yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Berdasarkan survei Badan Pusat Statisik (BPS) penyaluran bansos non tunai berkorelasi langsung dengan penurunan angka kemiskinan, terakhir angka kemiskinan kita mencapai 9,41. Survei MicroSave juga menunjukkan kepuasan terhadap bansos," kata Mensos.

Pada kesempatan sama, Basuki Tjahaja Purnama menyatakan kepercayaannya kepada Kementerian Sosial dalam penyaluran subsidi energi untuk masyarakat prasejahtera.

"Karena Kementerian Sosial ini punya data masyarakat prasejahtera yang sangat baik dan detil. Mulai KTP, foto rumah, semuanya ada. Basis data Kementerian Sosial yang ada di Cawang ini luar biasa, " kata pria yang biasa disapa Ahok ini.

Ahok percaya, dengan kualitas Data Terpadu Kesejahteraan Sosial yang dikelola Kementerian Sosial, distribusi subsidi energi bisa sampai tepat sasaran.

"Kalau Pertamina pengen membagikan tabung LPG yang 3 kilogram yang bagus untuk orang nggak mampu di lapangan dengan membagi kartu bisa berantem. Nah, dengan data yang tepat sasaran model-model itu yang saya suka. Nanti juga kalau ada bencana gitu ya Pertamina ingin menyumbang ke wilayah yang kena bencana harapan kami nggak jalan sendiri lagi, " katanya.

Pemerintah terus mematangkan skema subsidi energi untuk masyarakat prasejahtera. Salah satu opsi adalah dengan memasukkan subsidi energi sebagai bantuan sosial non tunai dengan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Shandi March-Hartono | Jakarta


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments