youtube channel

Channels

India Ubah 20 Ribu Gerbong Kereta Bekas Jadi Ruang Isolasi Pasien Corona

India Ubah 20 Ribu Gerbong Kereta Bekas Jadi Ruang Isolasi Pasien Corona

Gerbong kereta di India diubah jadi ruang isolasi (Foto: Indian Railways)

Terbatasnya kamar rumah sakit, sebanyak 20 ribu gerbong kereta bekas di India diubah menjadi ruang isolasi pasien corona atau Covid-19.

Perdana Menteri India Narendra Modi telah memberlakukan lockdown atau karantina total secara nasional pada 25 Maret 2020. Operasional kereta api penumpang pun dihentikan sementara hingga 14 April mendatang.

Ini merupakan yang pertama kali sejak 167 tahun terakhir operasional kereta api di India dihentikan. Namun kebijakan ini tak berlaku bagi kereta barang.

Sekarang, pemerintah memutuskan untuk mengubah 20 ribu gerbong penumpang kereta bekas untuk dijadikan ruang isolasi pasien corona.

"Saat ini kereta api menawarkan (ruang isolasi) yang bersih, bebas kuman dan higenis, yang dapat membantu pasien (corona) segera pulih," kata Menteri Perkeretaapian India, Piyush Goyal lewat cuitan di Twitter.

Pimpinan operator kereta api telah diperintahkan untuk mengidentifikasi gerbong-gerbong penumpang agar dapat diubah menjadi rumah sakit darurat.

"Sebanyak 5 ribu bangsal isolasi pertama akan siap dalam waktu dua pekan dan jika masih dibutuhkan, tambahan gerbong lainnya akan diubah dalam tempo 48 jam saja," kata Direktur Informasi Dewan Kereta Api India, Rajesh Dutt Bajpai.
Di setiap gerbong akan mampu menampung 16 pasien dan tempat penyimpanan obat-obatan dan peralatan. Para pasien juga akan dipantau oleh perawat dan dokter kabin.
Jika gerbong-gerbong kereta sudah diubah jadi tempat isolasi, akan segera dikirim ke daerah yang mengalami lonjakan pasien Covid-19.
Pemerintah India juga memerintahkan pabrik kereta api di sana untuk mengkaji kemungkinan membuat tempat-tempat tidur pasien, troli medis, masker hingga ventilator yang dapat digunakan untuk kereta rumah sakit.
CNN


icon featured

Related Article

icon featured

Popular

icon featured

Comments