youtube channel

Channels

Kementerian Agama Optimis Nilai Indeks Kepuasan Haji Akan Meningkat

Kementerian Agama Optimis Nilai Indeks Kepuasan Haji Akan Meningkat

Kementerian Agama Optimis Nilai Indeks Kepuasan Haji Akan Meningkat

antvklik.com - - Kementerian Agama optimis nilai indeks kepuasan haji Indonesia akan meningkat tahun ini. Hal itu terlihat dari realisasi sepuluh inovasi penyelenggaraan haji yang dilakukan Kementerian Agama.

Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah, Nizar Ali mengatakan hal itu saat pelepasan 455 jemaah Debarkasi Palembang dari kloter 1.

Kloter perdana pulang menuju tanah air berangkat dari Hotel Waf Al-Ihsan di kawasan Misfalah, Mekah, menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Senin (27/8) dini hari waktu setempat.

“Insya Allah dengan melihat perkembangan yang ada, sepuluh inovasi yang kita lakukan akan berimbas pada kenaikan nilai indeks kepuasan jemaah.” ujar Nizar.

Menurut Nizar, hal ini cukup beralasan mengingat para petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menerima ucapan puas dari para jemaah.

“Bahkan saat Menteri Agama menanyakan secara langsung kepada jemaah, mereka menjawab pelayanan yang didapat top,” ungkapnya.

Masa puncak haji fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina juga sudah selesai tanpa insiden yang berarti.

“Masa kritis sudah dilalui dan seperti yang kita rasakan bersama tidak ada insiden yang berarti, maka bisa disimpulkan haji tahun ini sukses,” tambah Nizar.

Tahun ini, Kementerian Agama memang mematok kenaikan target indeks kepuasan haji. Target tahun ini mencapai minimal 85 persen atau naik dari tahun lalu yang mendapat 84,85 persen.

Indeks kepuasan jemaah terus meningkat tiap tahun. Pada 2014 mencapai 81,52 persen, 2015 mencapai 82,67 persen dan pada 2016 menjadi 83,83 persen.

Sepuluh inovasi Kementerian Agama adalah percepatan keimigrasian, gelang QR Code jemaah, penyewaan full musim sebagian hotel di Madinah dan bumbu masakan dan juru masak dari Indonesia pada katering haji.

Selain itu ada penambahan katering Mekah, tanda paspor dan koper untuk memudahkan identifikasi, pengalihan porsi ahli waris dan pencetakan visa. Inovasi berikutnya adalah konsultan ibadah, dan pembentukan tim Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (P3JH).

Laporan oleh Ihsan Salam, Arab Saudi.


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments