youtube channel

Channels

Hijab dan Dunia Olahraga

Hijab dan Dunia Olahraga

Hijab dan Dunia Olahraga

antvklik.com - - Hijab dan dunia olahraga memang menjadi perbincangan hangat. Sempat dilarang untuk digunakan di berbagai cabang olahraga dengan alasan keselamatan, kini hijab justru semakin semarak di dunia olahraga.

Hijab atau jilbab, adalah penutup aurat yang wajib digunakan oleh wanita muslim. Kewajiban ini tidak pandang bulu. Apapun status sosial atau profesinya, pada hakikatnya wanita muslim itu wajib menggunakan hijab. Tinggal bagaimana pilihan mereka saja, apakah mau berhijab atau tidak.

Hal ini juga berlaku untuk para atlet wanita muslim. Pilihan mereka untuk berhijab, seringkali berbenturan dengan aturan federasi olahraga internasional yang melarang penggunaan hijab. Bahkan di ajang sekelas Olimpiade, penggunaan penutup kepala untuk alasan apapun, termasuk alasan keagamaan, sempat dilarang, dengan dalih keselamatan.

Larangan penggunaan penutup kepala, termasuk hijab, dianggap sebagai bentuk diskriminasi kepada muslimah diseluruh dunia. Para atlet muslimah yang punya kemampuan di bidang olahraga, jadi kehilangan kesempatan untuk berprestasi, karena aturan ini.

Hijab dan Dunia Olahraga (sumber: www.thehimalayanpost.com)

Bahkan pada tahun 2012 lalu, tim nasional sepak bola putri Iran menjadi sorotan. Saat babak kualifikasi Olimpiade Zona Asia digelar, tim nasional sepak bola putri Iran di diskualifikasi. Alasannya? Karena seluruh anggota tim menggunakan hijab. Mereka dinilai melanggar aturan berpakaian yang diterapkan oleh FIFA. Padahal saat itu, belum ada regulasi tentang hijab yang diatur oleh FIFA.

Hal ini tentu menimbulkan kemarahan, terutama dari negara-negara Timur Tengah. Bahkan pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ikut mendesak FIFA untuk menghilangkan diskriminasi ini. Akhirnya FIFA pun mengijinkan para pesepak bola wanita untuk menggunakan hijabnya.

Hijab dan Dunia Olahraga (sumber: instagram Ibtihaj Muhammad)

Di ajang Olimpiade Brasil pada tahun 2016 lalu, seorang atlet anggar asal Amerika Serikat, menjadi sorotan. Ibtihaj Muhammad, yang tergabung dalam tim nasional anggar Amerika Serikat tampil beda. Dengan bangga, ia membela negaranya dengan menggunakan hijab. Ibtihaj Muhammad kemudian banjir pujian, karena mampu mematahkan stigma kaum minoritas di Amerika Serikat. Ibtihaj Muhammad merupakan atlet muslim asal Amerika Serikat pertama, yang tampil di ajang Olimpiade.

Tahun ini, Nike (produsen pakaian olahraga asal Amerika Serikat-red) mengumumkan akan meluncurkan hijab khusus untuk atlet profesional, pada pertengahan tahun 2018. Kehadiran produk bernama Nike Pro Hijab ini, kemudian menuai kontroversi. Ada yang menganggap Nike mengkomersialisasikan hijab. Selain itu, hijab khusus untuk atlet bukanlah hal baru, karena sudah cukup banyak produsen pakaian olahraga lain yang membuatnya. Meskipun merk mereka tidak seterkenal Nike.

Hijab dan Dunia Olahraga (sumber: www.news.com.au)

Namun, ada juga yang menganggap keputusan Nike ini menjadi sebuah pengakuan terhadap eksistensi muslimah di dunia olahraga internasional.

Nike Pro Hijab dibuat dari bahan polyester yang ringan dan fleksibel. Dilengkapi dengan lubang-lubang kecil, membuat hijab ini akan lebih nyaman digunakan, serta tidak mudah bergeser dan berkerut saat dipakai.

Rencananya, Nike Pro Hijab akan diluncurkan dengan berbagai warna, seperti hitam, abu-abu dan obsidian.

Semoga saja, gebrakan dari Nike bisa mendorong lahirnya budaya baru agar tidak ada lagi halangan bagi wanita berhijab untuk berolahraga, baik secara profesional ataupun hanya sekedar hobi.


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments