youtube channel

Channels

FENOMENA EQUINOX LINTASI SUMATERA BARAT

FENOMENA EQUINOX LINTASI SUMATERA BARAT

FENOMENA EQUINOX LINTASI SUMATERA BARAT

antvklik.com - - Gelombang panas atau fenomena Equinox lintasi Sumatera Barat dan Riau pada 21 Maret 2017. Fenomena ini terjadi dua kali dalam satu tahun, dimana matahari tepat berada persis diatas garis Khatulistiwa atau garis Equator. Kepala BMKG Pusat Andi Eka Sakya menghimbau warga agar tidak perlu terlalu resahkan dengan fenomena tersebut karena fenomena ini tidak membahayakan untuk masyarakat. Beberapa wilayah di Indonesia saat ini sedang memasuki masa pancaroba.

Hari ini Selasa (21/3), akan muncul sebuah fenomena alam dimana matahari akan tegak lurus berada diatas garis Khatulistiwa yang disebut dengan fenomena Equinox. Di Sumatera seperti di Sumatera Barat dan Riau akan
mengalami fenomena Equinox karena daerah ini dilalui garis Khatulistiwa namun di Sumatera Barat sendiri akan melewati daerah Bonjol Kabupaten Pasaman.

Dari pantauan panas di kota Padang Sumatera Barat pada hari ini ada peningkatan suhu. Saat matahari berada dititik nol Equator, panjang waktu siang dan malam hari akan sama yaitu 12 jam. Kondisi ini akan menimbulkan peningkatan suhu udara di wilayah Indonesia namun tidak menaikan suhu secara dramatis.

Suhu rata-rata hari biasa berkisar antara 26 hingga 36 derjat celcius akan meningkat diatas 36 derjat celcius. Kepala BMKG Pusat Andi Eka Sakya mengimbau kepada warga Sumatera Barat agar jangan terlalu mengkhawatirkan fenomena Equinox tersebut, fenomena Equinox akan terjadi dua kali dalam satu tahun yaitu pada 21 Maret dan 23 September 2017.

BMKG juga akan lakukan kibel stock untuk melihat radiasi matahari yang terjadi pada saat matahari lewati garis Khatulistiwa yang terjadi di Sumatera Barat tepatnya di daerah Bonjol Kabupaten Pasaman.

Namun akaibat peristiwa Equinox ini tidak akan menyebabkan kekeringan karena fenomena tersebut sudah biasa dialami setiap tahunnya.

Andi menambahkan “Peristiwa Equinox juga bukan fenomena seperti Heat Wave atau gelombang panas yang terjadi dibelasan bumi lainnya seperti Afrika dan Timur Tengah. Peningkatan suhu juga tidak berlangsung lama dan sesuai dengan cucaca pada saat itu.” Ujar Andi Eka Sakya kepala BMKG Pusat.


Indra Mairoli dari Padang Sumatera Barat.


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments