youtube channel

Channels

Duta Besar Quito, Ekuador, Diennaryati Tjokrosuprihatono Sampaikan Selamat Idul Fitri 1441 Hijriyah

Duta Besar Quito, Ekuador, Diennaryati Tjokrosuprihatono Sampaikan Selamat Idul Fitri 1441 Hijriyah

Duta Besar Quito, Ekuador, Diennaryati Tjokrosuprihatono Sampaikan Selamat Idul Fitri 1441 Hijriyah (Foto Tangkap Layar Video Instagram)

Duta Besar Quito, Ekuador, Diennaryati Tjokrosuprihatono sampaikan selamat Idul Fitri 1441 Hijriyah untuk seluruh warga negara Indonesia maupun seluruh umat Islam di seluruh dunia yang tengah merayakannya.

antvklik.com - Ucapan Idul Fitri itu disampaikan Dubes Diennaryati Tjokrosuprihatono melalui akun Instagramnya @diennaryati, Sabtu (23/5/2020).

Dalam unggahan videonya itu, Dubes Diennaryati Tjokrosuprihatono memberikan judul atau caption: "Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H"

Kedutaan di Quito didirikan pada tahun 2010 yang menandai hubungan bilateral antara Indonesia dan Ekuador semakin kuat.

Upaya pengembangan jaringan dan pengenalan citra yang positif pun digencarkan untuk menciptakan kedekatan kedua negara.

Adapun terkait strategi peningkatan kerja sama Duta Besar Diennaryati Tjokrosuprihatono pernah mengungkapkan pada 4 September 2018 sebagai berikut:

- Terkait Milestone Penting dalam Hubungan Indonesia dan Ekuador

Secara politis, Indonesia dan Ekuador memang telah membuka hubungan diplomatik sejak 1980, tetapi pembukaan perwakilan di masing-masing negara belum terlalu lama dilakukan.

Untuk itu, salah satu milestone penting dari kedua negara tentunya adalah pembukaan perwakilan RI di Quito pada 2010 dan pembukaan perwakilan Ekuador di Jakarta pada 2004.

Selain pembukaan perwakilan, peristiwa penting lain adalah kunjungan tingkat tinggi, baik pada level kepala negara maupun menteri dan parlementer. Presiden Ekuador terdahulu, Rafael Correa pernah melakukan kunjungan ke Indonesia pada 2007 dan Presiden SBY telah melakukan kunjungan balasan pada 2012.

Begitu juga dengan saling kunjung Menteri Luar Negeri dan beberapa Menteri lain, yang menunjukkan adanya interest kedua negara untuk saling bekerja sama.

- Terkait Progres Hubungan Indonesia dengan Ekuador sejak perwakilan RI dibuka

Sejak dibukanya perwakilan, hubungan kedua negara semakin aktif di berbagai bidang. Pada tahun lalu, kami telah melaksanakan Forum Konsultasi Bilateral dan Sidang Komisi Bersama.

Adapun tujuannya adalah untuk membahas mengenai isu-isu kerja sama di berbagai bidang, terutama mengenai sejumlah MoU kerja sama di bidang pertahanan, ekonomi, pertanian, penanganan bencana, pariwisata, dll.

- Terkiat Program Prioritas Dubes Quito

Sebagai perwakilan yang cenderung masih berusia muda, dan satu-satunya perwakilan Asean di Ekuador, tentunya KBRI masih perlu membangun penopang dasar untuk beroperasi di Ekuador.

Upaya yang dilakukan adalah pembangunan network dan citra Indonesia di Ekuador. Jujur saja, pengetahuan masyarakat kedua negara terhadap satu sama lain masih sangat minim. Tidak heran kalau masyarakat Ekuador mengira bahwa Indonesia adalah bagian dari Singapura, India atau malah Malaysia.

Sebagian kecil pernah mengenal dan datang ke Bali, tetapi belum paham kalau Bali adalah bagian dari Indonesia. Oleh sebab itu, kedua hal itulah yang ingin saya bangun, dan saya yakin akan menjadi katalisator yang penting untuk pengembangan hubungan ekonomi, politik maupun sosial budaya.

- Terkait Tugas Khusus yang Diamanatkan Pemerintah

Saya merupakan dubes kedua yang ditempatkan di Ekuador. Selain tentunya untuk mempertahankan hubungan politis yang sudah sangat baik, pemerintah juga mengamanatkan saya untuk dapat meningkatkan citra serta mempromosikan Indonesia kepada masyarakat Ekuador.

Selain itu, diplomasi ekonomi terkait dengan perdagangan, investasi dan pariwsata tentunya merupakan pesan pemerintah untuk setiap kepala perwakilan RI dunia.

- Terkiat Isu Perekonomian

Isu perekonomian memang merupakan isu yang paling ditekankan. Sebagai kepala perwakilan di Amerika Selatan seperti Ekuador, salah satu tugas kami adalah membuka pasar nontradisional terhadap produk-produk Indonesia.

Ini tentu sangat challenging, karena kedua negara bukanlah pasar mainstream masing-masing. Ekuador sendiri cenderung memfokuskan hubungan ekonominya dengan negara-negara seperti AS, Kanada, China, negara-negara Amerika Selatan lain, serta beberapa negara di Eropa.

Nilai perdagangan RI dan Ekuador dalam kurun 5 tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang ditopang sektor nonmigas, apa saja komoditas unggulan yang berkontribusi terhadap pencapaian tersebut?

Memang benar, dalam 5 tahun terakhir, nilai perdagangan Indonesia dan Ekuador meningkat. Pada 2013—2017, perdagangan meningkat rerata 7%, dengan puncak perdagangan pada 2017 sebesar US$148 juta.

Memang jumlah ini belum terlalu signifikan. Namun, kami positif dengan semakin meningkatnya hubungan bilateral serta mulai membaiknya perekonomian Ekuador sedikit demi sedikit, nilai ini akan terus meningkat.

Adapun, komoditas ekspor utama Indonesia ke Ekuador adalah kendaraan dan suku cadang, kertas, karet, peralatan medis, dan sebagainya.

- Terkait Strategi untuk Terus Meningkatkan Kerja Sama Perdagangan

Strategi saya adalah untuk terlebih dahulu memperkenalkan Indonesia serta meningkatkan network. Seperti yang telah saya jelaskan, kedua negara belum terlalu mengenal satu sama lain, begitu pula dengan para pengusahanya.

Di sinilah KBRI bekerja untuk meningkatkan kecintaan masyarakat Ekuador dengan Indonesia, hingga akhirnya timbul kepercayaan dan keinginan terhadap produk Indonesia.

- Terkiat Hambatan yang Dihadapi dalam Upaya Peningkatan Perdagangan

Kita memang masih memiliki hambatan yang sangat besar, yaitu di samping terbatasnya informasi dan jarak tempuh yang jauh, juga disebabkan masih besarnya safeguard di antara kedua negara.

Pajak Ekuador, termasuk salah satu yang besar di kawasan Amerika Selatan, karena mereka saat ini sangat bergantung pada penerimaan tersebut. Salah satu contoh yang nyata dirasakan oleh konsumen adalah VAT [value added tax], sebesar 12%, yang pada 2 tahun sebelumnya sempat dinaikkan menjadi 14%.

Ekuador juga memberlakukan special consumption tax (ICT) untuk berbagai barang-barang mewah seperti kendaraan bermotor, peralatan mesin, minuman beralkohol, cerutu, dan sebagainya.

Untuk produk makanan dan pertanian pun terdapat prosedur birokratis yang panjang karena harus melewati otorisasi Kementerian Pertanian & Peternakan, Kementerian Perikanan, serta Kementerian Kesehatan.

Untuk produk makanan, Ekuador memiliki ketentuan tersendiri terkait dengan kemasan makanan, mengingat produk harus dapat menaruh label khusus tingkat kadar lemak, gula, dan garam. Hal ini tentu saja mempersulit produsen yang ingin mengekspor produk makanan, karena harus menyesuaikan dengan kemasan Ekuador.

- Terkait Peluang Kerja Sama Kedua Negara ke Depan, Khususnya Terkait Investasi

Ada banyak peluang kerja sama investasi, khususnya investasi Indonesia di Ekuador. Area yang menurut saya sangat potensial adalah migas, hidroelektrik serta pertambangan. Ini karena Ekuador sangat kaya akan komoditas tersebut, tetapi belum memiliki kapasitas maupun modal yang cukup untuk mengembangkannya.

Begitu juga investasi pembangunan jalan dan perumahan rakyat, karena Pemerintah Ekuador sedang menjalankan proyek pembangunan perumahan yang layak untuk semua.

- Terkiat Strategi Mempromosikan Potensi Pariwisata Indonesia

Saya melihat karakteristik wisatawan Ekuador ke Indonesia cukup berbeda dengan negara-negara lain. Yang bisa dipastikan, mengingat jauh serta mahalnya biaya untuk ke Indonesia, kebanyakan wisatawan Ekuador merupakan wisatawan high-end atau setidaknya menengah ke atas.

Dengan demikian, walau secara kuantitas tidak terlalu besar, secara kualitas wisatawan-wisatawan ini mengeluarkan biaya yang besar di Indonesia. Untuk itu, pendekatan yang kami lakukan tentunya juga berbeda.

- Terkiat Tantangan dalam Hubungan Bilateral Indonesia - Ekuador

Tantangan utama yang ada saat ini adalah masih minimnya pengetahuan masyarakat kedua negara. Hal ini tentunya membuat area kerja sama menjadi terbatas.

Selain itu, besarnya hambatan perdagangan juga menyebabkan business to business contact juga menjadi terhambat. Oleh sebab itu, kami berusaha keras untuk membuka, pasar nontradisional ini untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Ekuador dan menciptakan ketertarikan mereka terhadap Indonesia.

Jika hal ini bisa tercapai, saya rasa dengan sendirinya, permintaan terhadap produk Indonesia maupun area kerja sama lain akan menjadi lebih mudah.


icon featured

Related Article

icon featured

Popular

icon featured

Comments