youtube channel

Channels

Djarot Saeful Hidayat menjadi Pejabat Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta

Djarot Saeful Hidayat menjadi Pejabat Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta

Djarot Saeful Hidayat menjadi Pejabat Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta

antvklik.com - - Wakil Gubernur DKI Djarot Saeful Hidayat menjadi Pejabat Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta hingga masa jabatan Gubernur-Wakil Gubernur berakhir Oktober mendatang. "Pemerintah segera mengirim surat kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk meminta salinan putusan. Setelah itu kami akan mengajukan kepada Presiden untuk mengeluarkan Keputusan Presiden untuk mengangkat Wakil Gubernur Djarot Saeful Hidayat jadi menjadi Pejabat Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta,'kata Mendagri Tjahjo Kumolo menanggapi vonis 2 tahun untuk Ahok. Menurut Mendagri, Djarot Saeful Hidayat menjadi Pejabat Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta tanpa harus dilantik.

"Mendagri akan menugaskan wakil gubernur sebagai pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta sampai habis masa bakti pasangan Pak Ahok dan Pak Djarot untuk diserahterimakan kepada gubernur definitif nantinya," kata Tjahjo di kantornya, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (9/5/2017).

Ahok tiba di LP Cipinang pukul 12.15 WIB.”Saya akan ke Lapas Cipinang. Nah sekarang ini kami mau meminta tanda tangan pak Basuki untuk banding,”kata Wayan.

Majelis Hakim memutuskan Ahok bersalah dalam kasus penistaan agama. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis 2 tahun penjara terhadap Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dalam persidangan yang digelar di Aula Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (9/5). Majelis berpendapat, tuntutan jaksa yang menuntut 2 tahun dan masa percobaan 1 tahun tidak tepat.”Oleh karena itu terdakwa dihukum penjara selama 2 tahun dan ditahan, serta membayar biaya perkara sebesar Rp 5 ribu,’kata Ketua Majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto.

Menanggapi vonis 2 tahun penjara terhadap Ahok yang di jatuhkan majelis hakim atas kasus penistaan agama, terdakwa Ahok dan penasehat hukumnya tidak menerima dan akan mengajukan banding. Sementara jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir atas putusan ini.

Sebelum membacakan putusan, Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto meminta persetujuan terkait pembacaaan lembar putusan. Berkas vonis Ahok ada 630 lembar namun tak seluruhnya di bacakan dalam sidang vonis Ahok.

Dalam menjalani vonis Ahok hari ini, dirinya menyerahkan semunya kepada Tuhan, walaupun majelis hakim mevonisnya bersalah dan ia mengaku pasrah.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan imbauan kepada masyarakat untuk hormati apapun hasil vonis Ahok. Masyarakat diminta untuk mempercayai apapun keputusan yang ditetapkan oleh hakim.


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments