youtube channel

Channels

Cabuli Anak-anak, Serka TNI Karim Tampilang Divonis 5,6 Tahun Penjara

Cabuli Anak-anak, Serka TNI Karim Tampilang Divonis 5,6 Tahun Penjara

Serka TNI Karim Tampilang (berdiri) sedang mendengarkan pembacaan vonis 5,6 tahun penjara dirinya.

antvklik.com - - Sersan Kepala (Serka) TNI Karim Tampilang, anggota Kodim 0405/Lahat, Sumatera Selatan, dijatuhi vonis 5 tahun 6 bulan penjara, dipotong masa tahanan, oleh Pengadilan Mahkamah Militer Palembang, Rabu (28/11).

Hakim Ketua Mahkamah Militer Palembang, Letkol TNI Warsono mengatakan Serka Karim Tampilang terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah telah melakukan perbuatan cabul kepada seorang anak berusia 6 tahun. Selain itu, lanjutnya, Serka Karim dipecat secara tidak hormat sebagai anggota TNI dan dikenakan denda Rp. 1 milar subsider 3 bulan penjara.

Setelah pembacaan vonis oleh Hakim Ketua Mahkamah Militer Palembang, Letkol TNI Warsono selesai, terdakwa langsung mengajukan banding.

Hadir dalam pembacaan vonis terhadap Karim Tampilang, keluarga korban dengan didampingi tim gabungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Komisi Perlindungan Anak Daerah dan Indonesia Child Protection Watch.

Ketua Indonesia Child Protection Watch Erlinda mengaku merinding atas apa yang sudah dilakukan oleh pihak Pengadilan Mahkamah Militer Palembang dan mengapresiasi kinerja hakim yang cepat memutuskan perkara pencabulan ini. Ia berharap kasus pencabulan anak tidak terulang kembali.

Kasus pencabulan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI, Serka Karim Tampilang, yang bertugas di Koramil setempat, terjadi pada Rabu (4/7/2018) Pukul 16.00 WIB, sewaktu terdakwa sedang jaga piket Koramil.

Saat itu terpidana bertemu korban bersama 1 temannya sedang bermain. Lalu mengajaknya masuk ke dalam kawasan Koramil. Setelah memegang alat vital teman korban dan memberi uang Rp. 2 ribu, pelaku menyuruhnya pergi.

Sementara korban, diajak masuk terpidana ke dalam kamar piket Koramil, dengan kondisi mata tertutup kain. Selanjutnya, perbuatan asusila pun terjadi oleh oknum anggota TNI tersebut.

Setelah puas melakukan perbuatan cabul, korban disuruh pulang dan diancam oleh terpidana agar tidak melaporkan kejadian ini kepada orangtuanya.

Korban yang mengeluhkan sakit pada alat vitalnya, lalu menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada orangtuanya. Amarah pun meletup, orangtua korban pun mengadukan perbuatan tidak senonoh oknum TNI kepada kesatuannya.

Laporan Pebriansyah dari Palembang


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments