youtube channel

Channels

Atribut Natal di antara Ormas Penyisir dan Penegak Hukum

Atribut Natal di antara Ormas Penyisir dan Penegak Hukum

Suasana dalam Mal Olympic Garden, Malang, Jawa Timur. (Foto: malangvoice)

Atribut Natal kembali menuai kontroversi. Kali ini di Mal Olympic Garden di Malang, Jawa Timur. Manajemen mengeluarkan surat edaran. Mengimbau untuk tidak mengenakan atribut Natal. Mengapa?

antvklik.com - Gak usah gitu-gitu amatlah kebablasan lucunya. Manajemen Mal Olympic Garden (MOG) di Malang Jawa Timur mengeluarkan surat edaran untuk tidak mengenakan atribut Natal bagi para karyawan, pemilik ataupun tenant/ penyewa gerai.

Imbauan itu tertuang dalam surat Nomor 243/TR/MOG/EX/XI/2019, dan ditanda tangani oleh Peptina M selaku Tenancy MOG. Edaran yang dirilis Senin (25/11/2019) lalu itu berpotensi menjadi legitimasi kekerasan atas nama agama kepada kelompok minoritas.

Dengan hormat, sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas kerjasama yang telah terjalin selama ini. Dalam rangka menyambut Hari Natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember 2019 management menghimbau agar karyawan Bapak/Ibu tidak mengenakan atribut Natal.

Viralnya surat edaran ini akhirnya membuat pihak Malang Olympic Garden angkat bicara. Dasar edaran dikeluarkan adalah

phobia

pada ormas penyisir seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

"Jadi surat imbauan itu keluar tentu ada dasarnya. Kami membuatnya karena dulu pernah didatangi ormas. Sejak itu, kami keluarkan imbauan kepada karyawan tenant tidak mengenakan atribut Natal," ujar Tenant Relations MOG Peptina Magdalena, Selasa (26/11/2019).

Atribut Natal di antara Ormas Penyisir dan Penegak Hukum Tenant Relation Mall Olimpic Garden (MOG), Peptina Magdalena. (Foto: malang.kompas)

Peptiana mengatakan, berdasarkan pertimbangan atas peristiwa itulah, pihaknya kemudian mengeluarkan surat imbauan agar karyawan toko tak lagi mengenakan atribut Natal.

Kendati demikian, pihak MOG tidak melarang jika ada penyewa gerai yang tetap mengenakan atribut Natal. Apalagi memasang dekorasi bernuansa Natal.

Atribut Natal di antara Ormas Penyisir dan Penegak Hukum Hiasan Natal di depan pintu masuk Mal Olympic Garden. (Foto: kabarjatim)

MOG sendiri juga mengemas beberapa sudut dengan konsep menyambut Hari Raya Natal. "Kami tidak berhak melarang kalau soal dekorasi Natal, kami sendiri (MOG) juga pasang, ada pohon natal besar di tiap pintu masuk. Yang kami imbau untuk tidak digunakan adalah atribut yang menempel di badan," ujar Peptina.

Atribut Natal di antara Ormas Penyisir dan Penegak Hukum Pohon Natal di depan Mal Olympic Garden. (Foto: kabarjatim)

Ada pertanyaan besar, mampukah para aparat penegak hukum menindak ormas yang melakukan sweeping atribut natal?

Wali Kota Malang Sutiaji enggan berkomentar soal surat edaran ini. Urusan internal, katanya. Internal antara manajemen Mal Olympic Garden dengan para penyewa gerai.

Sutiaji hanya memastikan, kerukunan antar umat beragama di Kota Malang tetap terjaga. "Kita jamin, selama ini kehidupan antar umat beragama rukun. Di Kota Malang itu, nomor satu kerukunan antar umat beragama," katanya di Balai Kota Malang, Selasa (26/11/2019).

Sebagai catatan kecil, MUI di bawah kepemimpinan Ma'ruf Amin sudah mengeluarkan fatwa MUI Nomor 56 Tahun 2016, bahwa menggunakan atribut keagamaan nonmuslim adalah haram.

Pertanyaan paling mendasar kini adalah apakah kini Bhinneka Tunggal Ika hanya jadi slogan omong kosong belaka?

Mari kita bertanya pada diri sendiri, tiada mampukan kita menyingkirkan jauh-jauh antitoleransi? Tiada mampukan kita merawat harmoni keberagamaan? (*)


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments