youtube channel

Channels

Sebenarnya, Apa Sih PHP (Pemberi Harapan Palsu) Itu?

Sebenarnya, Apa Sih PHP (Pemberi Harapan Palsu) Itu?

Silhouette of couple walking on beach at sunset holding hands. Horizontally framed shot.

antvklik.com - - Di jaman yang seperti sekarang ini, kayaknya istilah Pemberi Harapan Palsu, atau yang akrab kita sebut dengan PHP, merupakan salah satu hal yang enggak asing di telinga kita. Mungkin sebagian dari kita pernah jadi korban "Si Pemberi Harapan Palsu" ini, yah? Atau jangan-jangan, kalian pernah PHP-in teman kalian sendiri, nih?

Dengan keadaan itu, tentu ada pihak yang pada akhirnya merasa kecewa bahkan sakit hati. Harapan yang diinginkan bisa menjadi sebuah kenyataan, ternyata tidak kunjung terjadi dan hanya seperti akan segera terjadi. Atau yang lebih lagi, memiliki akhir yang tidak sesuai keinginan. Apapun posisi Kita, sudah pasti ada alasan seseorang bisa menjadi pemberi harapan palsu.

php Pemberi Harapan Palsu

Ngomongin tentang si Pemberi Harapan Palsu, kalian yakin enggak sih, kalau memang si "PHP" ini memang beneran ada? Atau jangan-jangan, ini cuma pemikiran kita sendiri aja?

Sebenarnya, tidak ada yang namanya Pemberi Harapan Palsu. Yang ada hanyalah mungkin kita yang terlalu geer dengan perasaan kita. Salah satu faktor terjadinya PHP adalah karena harapan yang kita bangun terlalu tinggi, terlalu jauh, dan mungkin sudah diluar batas. Kita terlalu menikmati kenyamanan yang selalu dia berikan. Padahal dia nganggepnya biasa saja, kitanya saja yang berlebihan sampai-sampai menggunakan perasaan.

php Pemberi Harapan Palsu

Selain itu, seseorang di cap sebagai Pemberi Harapan Palsu karena kebaikan yang dia berikan. Sebagai contoh, dia selalu berbuat baik kepada kita hingga kita merasa nyaman, membuat kita senang, dan endingnya pun seolah-olah dia memberikan sinyal-sinyal harapan. padahal semua yang dia lakuin itu hanyalah sebatas "Kebaikan dan Keramahan" bukan atas nama "Cinta maupun Perasaan".

Jadi sebenarnya si pemberi harapan palsu dan korban pemberi harapan palsu sama-sama tidak ada. Si pemberi harapan palsu mungkin tidak memiliki niat untuk PHP-in seseorang, namun karena perasaan seseorang yang terlalu perasa, maka muncul lah istilah “di PHP-in”. Sedangkan korban pemberi harapan palsu akan merasa di PHP-in ketika mereka terlalu kesepian, haus perhatian, dan butuh kehangatan, ataupun terlalu berharap. Artinya bukan karena ada banyak orang yang melakukan PHP, tapi karena mereka terlalu serius menanggapi perasaan dan kepedulian orang lain. So kendalikan perasaan kalian sendiri agar tidak terpancing ke dalam keindahan sesaat.


icon featured

Related Article

icon featured

Popular

icon featured

Comments