youtube channel

Channels

Ada 38 Kg Shabu dan 30 Ribu Ekstasi di Hutan Peurlak Aceh

Ada 38 Kg Shabu dan 30 Ribu Ekstasi di Hutan Peurlak Aceh

Tersangka Penyelundupan 38 Kg Shabu dan 30 Ribu Ekstasi di Hutan Peurlak Aceh

antvklik.com - newsplus.antvklik.com- BNN menyita sedikitnya 38 kg sabu-sabu dan 30.000 butir pil ekstasi di Hutan kawasan Peurlak, Aceh Timur.

Dalam pengembangan kasus sindikat narkoba internasional, tersangka Ibrahim Hongkong, Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia menyita sedikitnya 38 kg sabu-sabu dan 30.000 butir pil ekstasi di Hutan kawasan Peurlak, Aceh Timur.

Temuan barang bukti itu merupakan pengembangan pasca ditembak mati tersangka DPO narkoba bernama Burhanudin (57) warga Palo Glumpang Baro, Pidie Aceh, di Gempong Pintu, Aceh Besar, Rabu, 7 November 2018 yang lalu.

Hal itu disampaikan Kepala BNN Komjen Pol Heru winarko beserta jajarannya saat jumpa pers di gedung BNN, Jakarta (14/11)

Hasil pengembangan jaringan narkoba tersangka Ibrahim Hongkong, BNN menangkap 3 tersangka lainnya, beserta barang bukti 38 kg sabu-sabu dalam dua karung goni dan 30.000 butir pil ekstasi, dan dua pucuk senjata api, di Dusun Tualang, Peurlak, Aceh Timur.

"Barang bukti yang disita 1 karung berisi 8 bungkus narkotika jenis shabu seberat 18 kilogram.dua, satu karumg berisi 20 bungkus narkotika jenis shabu, sebanyak 20 kilo. Tiga, enam bungkus plastik berisi ekstasi 30 ribu butir dan 2 pucuk senjata laras panjang, juga senjata angin disita dari para tersangka," ujar Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko.

Ketiga tersangka yang ditangkap, adalah Fauzi, Nurdin, dan Apali sebelumnya sempat lari dan bersembunyi di kebun dan rawa-rawa.
Penangkapan tersebut dilakukan oleh tim gabungan BNN, Bea Cukai dan TNI AL.

Barang bukti narkoba yang diamankan, merupakan hasil selundupan dari Penang, Malaysia, yang masuk ke indonesia melalui jalur laut.
Para terdakwa dijerat dengan pasal 114 ayat 2 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman penjara paling lama 20 tahun, seumur hidup atau pidana mati.

Laporan Sandy Marh dan Achmad Junaedi dari Jakarta


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments