youtube channel

Channels

Grup Dangdut Koplo New Kendedes Apakah Penerus OM Kendedes?

Grup Dangdut Koplo New Kendedes Apakah Penerus OM Kendedes?

Grup Dangdut Koplo New Kendedes Apakah Penerus OM Kendedes? (Foto Istimewa)

Kendedes adalah pelopor grup dangdut wanita yang dipimpin oleh Titiek Nur dan didirikan di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1976 dengan personel awal 5 orang yaitu Titiek Nur, Ken Zuraida (Alm), Evy Martha (Alm), Rieza Anggoman (Alm) dan Herlina Effendy.

antvklik.com - Album perdananya berjudul Wajah Menggoda yang dirilis pada tahun 1978 dan album tersebut sukses besar di pasaran sehingga mengangkat nama Kendedes sebagai grup dangdut wanita terlaris.

Lalu sejak tahun 1979 ada penambahan beberapa personel seperti Luhpaterat Hitam, Senny Angelina, Budiah Putih, Ayu Maria (Alm) dan lain lain.

Persyaratan utama untuk menjadi personel Kendedes adalah harus bisa memainkan minimal dua alat musik dan tentunya juga harus bisa bernyanyi dengan baik.

Kendedes juga merupakan salah satu grup dangdut Indonesia yang fenomenal di Malaysia dengan banyak memiliki penggemar di sana.

Selain bermusik lewat grup, beberapa anggota Kendedes juga aktif mengeluarkan album solo. Seperti Titiek Nur, Fenty Nur dan Herlina Effendy yang masing-masing album mereka laris di pasaran.

Sepanjang perjalanan kariernya, Kendedes telah menelurkan sekitar 29 album yang semuanya laris di pasaran

Kini, memasuki milenail, muncul grup yang juga anggotanya terdiri para wanita, yang menamakan diri New Kendedes, apakah ada hubungan?

Kemeja dan rok span berbahan jeans warna biru lengkap dengan topi laken hitam ala cowboy menjadi kostum penampilan New Kendedes.

Sepatu setinggi lutut berbahan kulit berikut aksesoris bikin gaya mereka jadi bertambah enerjik ketika di atas panggung.

Make up cantik pun nggak boleh ditinggalkan, bahkan harus terus dijaga di tengah waktu pertunjukkan selama sekitar 1-2 jam.

Nggak jarang ditemukan pemandangan para personelnya merapikan dandanan atau menebalkan lipstik yang mulai luntur agar terlihat tetap cantik.

Secantik Puteri Kendedes

Naluriah, perempuan memang harus selalu tampil cantik apalagi di dunia entertainment. Sembilan perempuan personel New Kendedes ini pun senantiasa secantik Puteri Kendedes di hadapan penonton saat mengiringi para artis bintang tamu.

Personel New Kendedes terdiri dari Melodiana (Melodi) asal Menado, Novita (Tamborin) asal Surabaya, Wati (Keyboard 1) asal Surabaya, Bintang (Keyboard 2) asal Pasuruan, Nonik Sanjaya (Seruling) asal Malang, Betsi (Bass) asal Kediri, Evi atau Epep (Kendang) asal Kediri, Cindy (Gitar Rytm) asal Surabaya dan Karina (MC) asal Kediri.

"Sebelum direkrut pekerjaan masing-masing memang musisi. Kemudian dijadikan satu oleh perusahaan di New Kendedes," kata Nonik Sanjaya, pemain seruling.

Capai Puluhan Ribu Penonton

Konser-konser New Kendedes selalu ramai oleh pengunjung, bahkan bisa mencapai puluhan ribuan orang penonton.

Alunan dangdut koplo yang khas, membawa penggemar dangdut larut bergoyang sepanjang konser.

Daya tarik musik dangdut pada kendang dan seruling, lebih dari sekadar sanggup memenuhi request penonton.

Ratu kendang Epep dan Nonik, si seruling cantik menyajikan dangdut ala New Kendedes yang memang patut dinikmati dengan goyangan dan senandung.

Tentu bukan sekadar musiknya, yang memang memadukan kemampuan dari para personel secara apik. Namun ramuan konsep 'grup dangdut perempuan' mampu hadir menjadi warna di setiap penampilan.

Punya Daya Tarik

Para personel New Kendeds tampil komunikatif dengan aksi panggung masing-masing di tengah bermain alat musik.

Aksi atraktif Novita dengan tamborinnya, sebuah daya tarik yang menggoda penonton. Posisinya di baris paling depan, nggak lupa juga dengan teriakan-teriakan khas dangdut koplo menjadi sebuah magnet panggung.

Aksi serupa juga disajikan oleh Nonik di sayap kiri, meski di tengah konsentrasi meniup serulingnya. Senyuman dan tarian-tarian kecil harus tereksplorasi guna mendukung penampilan, begitupun personel lain.

"Pastinya ada kesulitan awalnya. Tapi tadi itu, kekompakan, soliditas bisa dibentuk. Kita sudah jadi satu selama 3 tahun, berusaha solid dan menjadi satu," aku Nonik.

Konsep yang Tak Umum

Konsep New Kendedes sebagai grup musik dangdut perempuan juga ditunjukkan dengan gimmick yang sudah melekat di hati para penggemarnya.

Penonton akan secara otomatis menyambut teriakan 'New Kendedes!' oleh MC atau bintang tamu dengan jawaban 'Ora Umum! (tidak umum)'. Teriakan di awal setiap lagu itu menjadi salam kebesaran yang mendekatkan dengan penonton.

New Kendedes juga memiliki koreo khas yang disajikan saat-saat lagu sedang refrain. Personelnya, kecuali pengaruh kendang akan bergoyangan mengangkat kaki kiri dengan ringan, sambil mengikuti goyangan alunan kendang yang dimainkan Epep.

Goyangan itu serupa dengan gaya Rhoma Irama dan Soneta yang menggerakkan gitar ke kiri dan kanan. Namun personel New Kendedes menggerakkan dengan goyangan ringan ke kanan sesuai alunan kendang yang pelan.

"Itu (koreo) dulu saya yang membuat, tidak ada namanya sih tapi enak saja pokoknya," kata Lilik Laju, arrangger New Kendedes.

Personel Seluruhnya Perempuan

New Kendedes dibentuk 11 Desember 2015, sehingga nggak lama lagi akan masuk usia 4 tahun dan sejak awal dibentuk oleh PT. Aglies Jaya Record di Kediri, Jawa Timur dengan keseluruhan personelnya para perempuan.

Konsep New Kendedes murni di jalur musik dangdut, termasuk jaipong dan koplo dangdut.

Kendati memiliki kemiripan, New Kendedes tidak berkaitan dengan grup dangdut Kendedes yang pernah populer di tahun 1980-an.

"Dulu pernah ada grup Kendedes di Salatiga (Jawa Tengah) milik penyanyi senior Titik Nur. Kalau kita, memakai nama New Kendedes dengan konsep personelnya sama-sama perempuan," jelasnya.

Punya Banyak Kostum Untuk Tampil

Lilik sendiri sehari-hari mendampingi dan membimbing New Kendedes dalam banyak hal, terutama urusan aransemen lagu dan setting panggung. Kemanapun konser digelar akan selalu bersama, meskipun dirinya menolak disebut sebagai pelatih.

"Kalau soal kostum New Kendedes ada banyak, punya sekitar 30 buah lebih, kebetulan bos kami itu perempuan. Kalau perempuan kan lebih perhatian untuk urusan yang seperti itu," kata Lilik.

Urusan kostum, tambah Lilik, New Kendedes kerap menyesuaikan dengan pihak pengundang. Biasanya ada konsep tertentu yang diinginkan, sehingga harus menyesuaikan pakaian yang pas dan sesuai.

Masalah dalam Grup

Sementara itu, soal keseharian New Kendedes bukan berarti tanpa masalah, apalagi dengan banyak personel.

Tetapi setiap masalah dapat diminimalisir. Kedekatan satu sama lain membuat persoalan dapat diatasi, sehingga bisa berjalan hingga saat ini.

"Masalah ada saja, karena cewek-cewek ya (personelnya), tapi karena komitmen kerja, kita bisa menjalani. Kita bisa melalui gesekan-gesekan, jadinya kompak, jadi rukun sampai sekarang. Alhamdulillah, sampai sekarang masih kompak, kecuali kalau ada yang sakit. Kita dapat dipensasi dan akan diganti cowok, sementara itu seperti itu," jelas Nonik.

Ratusan Kali Konser

Sudah hampir memasuki 4 tahun, New Kendedes eksis dan mewarnai dunia panggung musik dangdut. Ratusan konser sudah digelar di penjuru Tanah Air di antaranya Kalimantan, Bali dan Palembang.

New Kendedes muncul sebagai grup musik dangdut pengiring dengan para perempuan sebagai personelnya. Bukan sekadar unik karena jumlahnya tidak banyak, tetapi aksi punggungnya juga memang Ora Umum.

Satu yang pasti, New Kendedes bukanlah penerus dari OM Kendedes yang populer di tahun 80-an, meski sama-sama personilnya perempuan.


icon featured

Popular

icon featured

Related Article

icon featured

Comments