PRESS RELEASE

ANTV KEMBALI HADIRKAN SERIAL DRAMA MITOLOGI

ANTV KEMBALI HADIRKAN SERIAL DRAMA MITOLOGI   Jakarta, 31 Oktober 2017 – Sukses menayangkan serial Swaragini, Mohabbatein dan Nakusha di tahun 2017, stasiun televisi ANTV kembali menghadirkan serial drama mitologi India terbaru berjudul "Brahmarakshas". Brahmarakshas merupakan serial drama mitologi yang mengisahkan sesosok mahkluk bertubuh besar yang akan tayang setiap mulai tanggal 1 November 2017 setiap hari Senin - Jumat, pukul 13.00 WIB.   Menurut Gunawan - Manager Acquistition & Distribution ANTV, dalam serial India Brahmarakshas penonton akan disuguhkan cerita dengan latar belakang percintaan dan kehidupan keluarga yang dibumbui dengan sedikit unsur horor fiksi supernatural. "Kami selalu menghadirkan serial yang alur ceritanya memiliki kedekatan dengan keseharian masyarakat Indonesia, adanya kedekatan cerita mitologi antara India dan Indonesia tersebut kami harap dapat di terima pemirsa setia ANTV dan masyarakat Indonesia", ucap Gunawan.   Serial Brahmarakshas dilatarbelakangi dari film fantasi thriller, Jaani Dushman dan cerita dongeng dari barat, Beauty And The beast. Di negara asalnya telah menyelesaikan penayangan sebanyak 57 episode selama periode 6 Agustus 2016 hingga 18 Februari 2017. Disutradarai oleh Dinesh Mahadev, Brahmarakshas diperankan oleh Aham Sharma pemeran Karna dalam serial Mahabharata (Rishabh Shrivastav) dan Krystle D'Souza (Raina Sharma) mengisahkan tentang seorang gadis muda dari Mumbai bernama Raina Sharma yang pergi ke Desa Kamalpura bersama sahabatnya Rishabh Shrivastav untuk menghadiri pernikahan.   Desa Kamalpura dikenal karena ritual unik dimana pengantin baru hidup di bawah ketakutan terhadap warna merah. Nuansa merah dalam pernikahan di Kamalpura pun tidak ada. Mereka justru memakai sindur dan gelang putih bukan merah. Sementara gelang kakinya tidak dilengkapi gemerincing ghungroo.   Setelah sampai di Kamalpura, Raina dan Rishabh kehilangan Rakhi (Charu Mehra) yang merupakan adik Rishabh dan teman baik Raina dalam sebuah pertemuan dengan Brahmarakshas. Mereka memutuskan untuk menandatangani sebuah kontrak pernikahan sehingga dapat bertemu dan membalas perbuatan makhluk besar yang bertanggung jawab atas kematian pengantin wanita. Mereka perlahan menemukan cinta setelah menikah.   Brahmarakshas merupakan sosok makhluk besar yang sangat membenci pengantin baru menikah. Sebelumnya, 20 tahun yang lalu sosok Brahmarakshas merupakan pemilik tanah di Kamalpura bernama Thakur Sanjay. Dia dikhianati oleh istrinya bernama Aparajita dan kemudian dia meninggal menjadi Brahmarakshas. Brahmarakshas menyerang penduduk desa dan meminta mereka untuk mendapatkan Raina dan keluarga. Kammo mengatakan kepada mereka bahwa mereka berada di Haweli. Sementara Raina mengenal penduduk desa yang datang sehingga mereka semua melarikan diri dan Rishabh dan Yug mengambil rute yang berbeda untuk membingungkan penduduk desa.   Sejak awal penayangan serial India di ANTV, kami sudah membuat sebuah strategi dimana dalam setiap penayangannya serial India selalu menampilkan cerita yang berbeda. "Hadirnya serial Brahmarakshas ini kami harap dapat menjadi warna baru dalam jajaran serial India di ANTV", ungkap Gunawan.

ANTV KEMBALI SIARKAN "ASIA'S GOT TALENT"

ANTV KEMBALI SIARKAN "ASIA'S GOT TALENT"   Jakarta, 15 Oktober 2017 – Untuk kedua kalinya ANTV kembali menayangkan ajang pencarian bakat terbesar di dunia yaitu 'ASIA'S GOT TALENT'. Asia's Got Talent musim ke 2 ini tayang di ANTV mulai Minggu, 15 Oktober 2017 pukul 11.15 WIB. Asia's Got Talent akan disiarkan sebanyak 10 episode dari Malaysia Pine Wood Studio untuk babak audisi juri, semi final dan grand final serta babak akhir result show di Singapore Marina Bay Sand Theater. Sebanyak 10.000 peserta datang dari 15 negara yaitu, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Cina, Jepang, Taiwan, India, Korea, Mongolia, Hongkong, Kyrgyzstan dan Sri Lanka.   "Merupakan suatu kebanggaan bagi kami karena dapat menayangkan program Asia's Got Talent untuk kedua kalinya, yang mana terdapat beberapa perwakilan dari Indonesia di ajang tersebut. Dengan menayangkan Asia's Got Talent kami harap masyarakat tidak hanya mendukung, tetapi juga dapat menyaksikan talenta indonesia berkompetisi di ajang internasional" ucap Monica Desideria, General Manager Marcom ANTV.   Indra Herlambang dan Agatha Valerie didaulat menjadi pembawa acara dari Indonesia untuk menyampaikan situasi dari belakang panggung Asia's Got Talent, serta menyemangati dan memberi dukungan kepada para kontestan dari Indonesia. Peserta perwakilan dari Indonesia datang dari berbagai latar belakang profesi untuk menampilkan bakat – bakat dan keahlian terbaiknya di depan juri - juri kelas Internasional yaitu David Foster, Anggun dan Jay Park. Salah satu perwakilan dari Indonesia yang mengikuti babak audisi juri yaitu Jay Tjung, seorang instruktur pole dance, dan juga akan ada penampilan dari seorang dokter yang menunjukan bakatnya dalam bernyanyi.   Para peserta akan melalui 4 tahap yaitu babak audisi juri yang disiarkan sebanyak 5 epsidoe, babak semi final yang disiarkan 3 episode berikutnya, dan 2 episode terakhir untuk grand final dan result show. 10.000 peserta dengan yang termuda berumur 7 tahun hingga yang paling tua berumur 68 tahun berjuang demi mendapatkan hadiah utama sebesar USD 100,000. Asia's Got Talent tayang perdana di channel AXN pada hari Kamis, 12 Oktober 2017 pukul 8.30 pm (SGT) dan 7.30 pm (Jakarta & Bangkok).

MALAIKAT TAK BERSAYAP HADIR DI ANTV

MALAIKAT TAK BERSAYAP HADIR DI ANTV   Jakarta, 5 Oktober 2017 – Sukses menayangkan serial – serial lokal, ANTV kembali memperkuat posisi di industri pertelevisian dengan kembali menayangkan mega serial terbarunya berjudul ‘MALAIKAT TAK BERSAYAP. Serial drama ini menampilkan Shaheer Sheikh sebagai pemeran utama. Shaheer Sheikh memerankan sosok yang turun ke bumi dengan wujud manusia untuk menolong orang – orang yang sedang dalam kesulitan. Di bawah naungan rumah produksi Verona Pictures, Malaikat Tak Bersayap segera hadir menemani dan menghibur pemirsa setia ANTV.   Menurut Gunawan, Manager Acquisition & Distribution ANTV, hadirnya sinetron ini diharapkan tidak hanya menghibur namun juga dapat menjadi contoh yang baik. “Di sinetron Malaikat Tak Bersayap, kami menghadirkan cerita yang menampilkan nilai – nilai kebaikan antar sesama umat manusia dan diharapkan bisa dijadikan pelajaran untuk seluruh masyarakat. Sosok Shaheer Sheikh yang sudah dikenal masyarakat Indonesia juga diharapkan dapat menjadi daya tarik serial ini”. ungkap Gunawan.   Dalam episode perdana tayang, Malaikat Tak Bersayap karya sutradara Dwi Ilalang ini mengisahkan tentang sosok laki – laki utusan dari langit. Saat mendarat di bumi, sosoknya muncul dalam tubuh yang ia tak kenali. Sosok tersebut masuk ke dalam tubuh manusia bernama Arya (Shaheer Sheikh). Disaat itu juga ia bertemu dengan Kakek Berjubah (Roy Marten) yang menjelaskan padanya bahwa ia ditugaskan ke bumi untuk membantu menyelesaikan masalah manusia dan menolong orang – orang yang sedang kesusahan.   Arya mendengar lantunan doa gadis kecil yang membutuhkan pertolongan. Gadis kecil tersebut adalah Azka (Maysita, Hafidz Quran), ia adalah anak sebatang kara yang tinggal hanya dengan neneknya (Yati Surachman). Azka memang memiliki keterbatasan dalam melihat namun ia dapat melihat sesuatu yang tak bisa dilihat manusia lainnya. Azka juga hafal ayat - ayat Al-Quran diusianya yang baru 7 tahun. Karena keistimewaannya tersebut, ia mengetahui sosok asli dari Arya. Azka sangat berterima kasih kepada Arya karena telah menolong ia dan neneknya dari penjahat. Sejak hari itu, Arya bersahabat dengan Azka dan saling membantu dalam menyelesaikan setiap masalah.   Serial Malaikat Tak Bersayap tayang dengan format episodik, yang akan menampilkan kisah yang berbeda setiap harinya. Shaheer Sheikh akan memerankan sosok yang berbeda setiap episodenya namun dengan karakter yang sama.   “Serial Malaikat Tak Bersayap ini diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa kebaikan akan selalu menang dari segala macam bentuk kejahatan yang ada dan tuntunan kebaikan dapat muncul melalui sosok apapun dan bisa berada dimana saja. Semoga serial ini dapat menjadicerminan untuk masyarakat di kehidupan sehari – hari.” Ungkap Dwi Ilalang ", sutradara Malaikat Tak Bersayap.


ARSIP