BUMI Catat Peningkatan Pendapatan 32,6 Persen

BUMI Resources truk besar foto istimewa
BUMI Resources truk besar foto istimewa (Foto : )
PT BUMI Resources Tbk dapat menjaga kegiatan operasional yang mendekati normal. Bahkan BUMI berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 32,6 persen di kuartal pertama 2022. PT BUMI Resources Tbk mencatat pendapatan sebesar 1.377 juta dollar AS pada kuartal pertama 2022. Angka ini meningkat 32,6 persen jika dibandingkan kuartal pertama 2021 yang sebesar 1.039,5 juta dollar.Dalam keterangan tertulisnya, Director & Corporate Secretary PT BUMI Resources Dileep Srivastava menyebut, tren peningkatan pendapatan ini masih terus berlanjut.
Sementara beban pokok pendapatan meningkat 25,5 persen pada kuartal pertama 2022 yang sebesar 1.052,5 juta dollar AS. Bandingkan dengan kuartal pertama 2021 sebesar  838,4 juta dollar AS. Ini terjadi akibat efek peningkatan royalti menjadi 28 persen.Sedangkan laba usaha meningkat sebesar 78,5 persen menjadi 259,7 juta dollar AS. Padahal di periode yang sama tahun lalu masih tercatat 145,5 juta dollar AS.Laba sebelum pajak meningkat sekitar 122,1 persen menjadi 190,8 juta dollar AS dan total laba bersih  juga meningkat hingga 380,5 persen menjadi 120,6 juta dollar AS.Untuk laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik menjadi 43,3 juta dollar, padahal periode yang sama tahun sebelumnya mencatat kerugian 11,7 juta dollar AS.Menurut Dileep, BUMI selalu memastikan yang terbaik untuk menjaga produksi mendekati normal seiring dengan menurunnya pandemi Covid-19.Meski demikian, hujan deras dan efek La Nina di area pertambangan berimbas pada penurunan produksi.  Namun harga jual rata-rata meningkat 59 persen.Peningkatan ini sejalan dengan pemulihan harga batubara global dan tren bullish saat ini yang dipicu oleh ketidakseimbangan pasokan dan telah membawa harga batubara ke level tertinggi dalam 10 tahun.Dengan membaiknya sektor batubara, dan tren kenaikan harga batubara yang masih berlanjut pada kuartal II 2022, perseroan berharap dapat meningkatkan kinerjanya secara signifikan di tahun 2022.