KPC Soal Banjir Sangatta: Pengelolaan Air Tambang Sesuai Aturan

danau
danau (Foto : )
PT Kaltim Pria Coal (KPC) membantah isu negatif tentang operasional tambang terkait banjir Sangatta. Menurut KPC, pengelolaan air tambang masih sesuai aturan. GM External Affairs and Sustainable Develepment KPC, Wawan Setiawan memastikan, pengelolaan air tambang masih sesuai aturan yang dipersyaratkan, baik baku mutu kualitas air maupun debit air keluaran menuju sungai sebagai badan penerima.Hal ini telah dicek secara langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur dan telah diambil sampel di titik penaatan kolam tambang KPC untuk uji laboratorium.Demikian juga dengan debit air yang keluar menuju sungai Sangatta, masih di bawah standar, seperti Kolam PSS Bendili debit maksimal yang boleh keluar adalah 10,56 m3/detik. Namun pada saat banjir pada 19-20 Maret 2022, debit yang keluar hanya 5,05 m3/detik.Di kolam J Void, debit yang keluar sebanyak 6,12 m3/detik dari 15,6 m3/detik yang diperbolehkan.Sedangkan Catchment area tambang KPC, hanya menyumbang 6,06 persen dari total luas DAS Sangatta, sehingga kontribusi untuk pembentukan volume air dari wilayah terganggu KPC ke sungai Sangatta juga tergolong kecil.Seluruh area tangkapan air di tambang KPC tertampung di kolam-kolam pengendap berizin dan dilakukan treatment kualitas dan kuantitas airnya.Untuk DAS Sangatta, ada tujuh kolam yang seluruh baku mutu, kualitas air dan debitnya memenuhi baku mutu ijin kolam; yaitu Kolam Marsawa, Cempaka, PSS, Melawai 2, WQ27D, WQ27F, WQ33.Semua kolam ini berjalan normal saat banjir terjadi dan tidak ada yang jebol bangunan.[caption id="attachment_511508" align="alignnone" width="900"]
Pengambilan sampel air oleh Dinas Lingkungan Hidup Kutai Timur di titik penaatan kolam tambang KPC saat banjir 18-20 Maret 2022 (Foto: KPC)[/caption]Dikatakan, pada 18-20 Maret 2022, ada dua kondisi yang memicu banjir besar, di DAS Sangatta, yakni curah hujan yang sangat tinggi mencapai 167 mm/hari dengan air pasang yang naik mencapai lebih dari 2,5 meter.Hal ini membuat air hujan yang deras tidak dapat mengalir ke laut dan membanjiri sepanjang sempadan sungai Sangatta.Pantauan KPC di outlet PSS Bendili, justru air dari arah sungai Sangatta masuk ke sungai Bendili dan tertahan lama tidak mengalir keluar sehingga volume lebih besar dari biasanya.Oleh karena itu Wawan membantah anggapan bahwa luas area bukaan KPC meningkatkan volume air menuju sungai dan menyebabkan banjir saat hujan."Perlu kami luruskan bahwa, seluruh air hujan yang jatuh ke area terbuka KPC telah ditampung di kolam-kolam pengendap dan dikontrol baik kualitas maupun kuantitas airnya," kata Wawan dalam keterangan tertulisnya.Selain melakukan pengelolaan air tambang, KPC juga melakukan reklamasi lahan bekas tambang secara progresif. Dari 32,542 hektar lahan yang ditambang, sebanyak 13,267 hektar (40,77 persen) telah direklamasi kembali.Sejak tahun 2014 luasan target reklamasi KPC selalu di atas 1000 hektar.5. Karyawan KPC dan kontraktornya saat ini berjumlah 27 ribu lebih dan jika  ditambah keluarga, maka totalnya sekitar 81 ribu jiwa."Mayoritas karyawan tinggal di Sangatta dan Bengalon, yang mana kami juga mengkonsumsi air Sungai Sangatta dan Bengalon. Untuk itu kami menjaga kualitas air Sangatta dan Bengalon seperti halnya menjaga keluarga dan diri kami sendiri," tambah Wawan lagi.